3 Tips Jualan Makin Cuan, Nomor 2 Jangan Sampai Lupa
- Freepik
Beberapa momen yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan promosi di antaranya seperti momen Hari Raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, atau bahkan pergantian tahun ajaran baru dan hari-hari spesial lainnya.
Pelaku UMKM dapat mencoba mengimplementasikan berbagai jenis promosi seperti menggunakan packaging yang variatif, memberikan promo diskon dan potongan harga, ataupun menyediakan produk gimmick spesial yang khusus tersedia pada momen tersebut sehingga mendorong minat konsumen untuk membeli.
Waktu favorit konsumen
Berdasarkan data internal Sirclo, selama kuartal I 2023 waktu favorit belanja konsumen terbagi menjadi dua rentang waktu, yakni pagi dan malam hari.
Di pagi hari, konsumen rata-rata aktif berbelanja dari pukul 10.00 hingga 12.00. Sedangkan pada malam hari, konsumen aktif berbelanja di waktu pascaberaktivitas, yaitu pukul 19.00 hingga 21.00.
Dengan mengetahui waktu favorit belanja konsumen, tentu pelaku UMKM perlu memanfaatkannya untuk meningkatkan performa penjualan.
Terdapat beberapa trik yang patut dicoba untuk memaksimalkan cuan selama periode waktu favorit belanja konsumen, di antaranya memberikan promo dengan waktu terbatas, mempublikasikan konten promosi pada jam-jam khusus, hingga memaksimalkan iklan dengan konten yang bersifat interaktif, seperti dalam format video.
Penjualan multikanal
Berdasarkan riset Sirclo dan Katadata Insight Center, 85,6% konsumen memilih marketplace sebagai kanal berbelanja online terfavorit.
Selain itu, sebanyak 85,2% konsumen juga mengungkapkan preferensi mereka dalam menggunakan lebih dari satu marketplace untuk belanja online.
Dengan mengimplementasikan penjualan multikanal, pelaku UMKM dapat menyesuaikan perjalanan pembelian sesuai dengan kanal favorit konsumen sehingga pada akhirnya dapat memaksimalkan jangkauan produk.
Selain itu, pelaku UMKM perlu memastikan bahwa setiap kanal penjualan yang digunakan dapat terintegrasi untuk proses bisnis yang lebih mulus dan transparan.
Laporan Dampak Sirclo Group 2022 menemukan bahwa 83,8% pemilik merek lokal mengalami kesulitan dalam mengelola penjualan online.