3 Fitur Forex Ini Mudahkan Trader Pemula Bertransaksi

Ilustrasi investasi/trading forex.
Sumber :
  • Freepik

Jakarta – Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan (Bappebti Kemendag) menyebutkan total transaksi perdagangan berjangka komoditi atau PBK senilai Rp53.250 triliun pada 2022, dengan rata-rata transaksi setiap bulannya sebesar Rp4.437,5 triliun.

img_title 3 HP dengan Kamera 200 MP di Kelas Rp3 Jutaan, Mana yang Unggul untuk Foto?

Total nilai transaksi tahun lalu tersebut melonjak 116,7 persen secara tahunan (Year on Year/YoY) dibandingkan pada 2021 yang sebanyak Rp24.569,3 triliun. Sementara itu jumlah nasabah PBK yang aktif bertransaksi di 2022 tercatat mencapai 82.246 orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, selama pandemi Covid-19, PBK menjadi salah satu perdagangan yang tetap tumbuh dengan volume transaksi perdagangan meningkat lebih dari 21 persen. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko memastikan jika industri PBK semakin dipercaya oleh masyarakat.

img_title OIS Bukan Sekadar Kamera Stabil, AMOLED Bukan Cuma Soal Warna: Begini Cara Menilai Fitur HP Mid-Range Secara Cerdas

"Kalau tidak begitu, masyarakat (semakin) tidak akan percaya (apabila) tidak ada pengawasan (dan) penegakan sanksi hukum (terhadap perusahaan pialang berjangka)," kata dia di Jakarta, Selasa, 18 Juli 2023.

Jika ada permasalahan dalam perusahaan pialang berjangka berdasarkan pengaduan masyarakat, lanjut dia, maka harus segera diperbaiki dan ditertibkan. Sebagai informasi, Bappebti telah menertibkan sekitar 1.500 lebih website yang tidak terdaftar sebagai perusahaan pialang berjangka.

img_title Mengapa HP Mid-Range Bekas Generasi 2024–2025 Mulai Jadi Incaran? Ada Perubahan Besar pada Spesifikasi Kelas Menengah

Di sepanjang 2022, ada sejumlah perusahaan pialang berjangka yang memperoleh sanksi ringan bersifat administratif, termasuk memberikan skorsing kepada pejabat dalam perusahaan tertentu. Namun, pihaknya belum menemukan pelanggaran sanksi berat dari perusahaan pialang berjangka.

Berdasarkan penilaian yang dibuat Bappebti, rating atau peringkat terhadap perusahaan pialang berjangka mulai dari B, B+, A, A+, hingga A++. Setiap perusahaan dapat mengalami perubahan rating, tergantung apakah indikator-indikator penilaian mengalami peningkatan atau penurunan.

Pemberian rating tersebut dilakukan dalam rangka memberikan informasi kepada masyarakat terkait mana saja perusahaan pialang berjangka yang baik hingga yang perlu diwaspadai. Artinya, Bappebti tidak bisa mengajak masyarakat untuk bertransaksi atau tidak bertransaksi ke perusahaan tertentu mengingat tidak boleh ada keberpihakan.

"Apa yang kami (nilai) di situ. Mulai dari compliance terhadap peraturan, kinerja, penanganan pengaduan dari masyarakat, termasuk juga pendapat masyarakat kepada perusahaan (tertentu)," ungkap Didid.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada kesempatan yang sama, Chief Digital Officer Monex Investindo Futures (MIFX) Amrit Gurbani meyakini transaksi perdagangan komoditas dapat meningkat di tahun ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut