Berkaca dari Kasus di Jerman, Ini Pentingnya Memilih Mitra ERP yang Tepat

Ilustrasi software
Sumber :
  • Dok: Hashmicro

Jakarta, 26 Januari 2024 – Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan berita bahwa sebuah perusahaan Enterprise Resource Planning atau ERP asal Jerman didenda US$220 juta atau setara Rp3,4 triliun, karena terbukti melakukan praktik suap ke pejabat di beberapa negara.

img_title Buntut Karhutla, RI Bekukan Izin 6 Perusahaan, Total 32 Korporasi Kini Kena Sanksi

Kasus ini tentu menjadi perhatian serius bagi industri ERP di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sebab, praktik suap ini dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap industri ERP dan dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan yang menggunakan ERP.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasar ERP di Indonesia memang sangat beragam. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memilih sistem ERP dari mitra yang dapat dipercaya agar para penggunanya bisa memastikan keberlangsungan bisnis.

img_title Tegas! Singapura Tak Mundur, Perusahaan Pemicu Kabut Asap Bakal Ditindak

Menurut Business Development Director dari HashMicro, Lusiana Lu, memilih ERP adalah keputusan strategis yang harus diperhatikan banyak aspek di dalamnya.

“Risiko dari pemilihan mitra ERP yang tidak tepat sangatlah beragam dan dapat memberikan dampak negatif yang signifikan bagi bisnis. Untuk itu, perlu persiapan matang dari perusahaan dan penilaian mendalam terhadap mitra yang dituju,” ujarnya, dikutip VIVA Tekno dari keterangan resmi.

img_title 32 Perusahaan Kena Sanksi Gegara Karhutla, 12.926 Hektare Lahan Terbakar di 7 Provinsi

HashMicro juga telah merangkum tiga risiko utama yang terjadi ketika perusahaan memilih mitra yang tidak tepat:

Business Development Director HashMicro, Lusiana.

Photo :
  • HashMicro

1. ERP yang digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis. Setiap perusahaan memiliki keunikan pada bisnisnya, dan memilih ERP yang tidak sesuai dapat menyebabkan ketidakcocokan terhadap operasi bisnis yang dijalankan, sehingga menghasilkan solusi yang kurang efektif dan dapat menimbulkan kerugian finansial.

2. Kerugian finansial. Ada kemungkinan mitra ERP yang tidak tepat akan menyembunyikan biaya-biaya yang tidak terduga. Seperti contoh, pada saat pertemuan pertama, sistem tampak seperti solusi ERP yang terjangkau, tetapi setelah implementasi dapat menjadi sangat mahal ketika melakukan upgrade.

3. Sistem ERP yang diimplementasi tidak bertahan lama. Salah memilih ERP yang tidak memiliki skalabilitas akan membuat perusahaan pengguna harus mencari sistem ERP lain yang dapat mendukung perkembangan bisnisnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

HashMicro menyarankan, agar perusahaan melakukan evaluasi mendalam terhadap kemampuan dan reputasi mitra ERP sebelum membuat keputusan.

"Sebelum memilih mitra ERP, penting untuk melakukan penelitian menyeluruh, termasuk mengevaluasi rekam jejak, kestabilan keuangan, dan tingkat kepuasan pelanggan dari mitra tersebut," tuturnya.

Ilustrasi bisnis.

Transformasi IT Berbasis AI Jadi Solusi Perusahaan RI Menuju Autonomous Enterprise

Transformasi teknologi kini sangat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, mengintegrasikan sistem, dan mengoptimalkan kinerja bisnis.

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut