2 Keuntungan Bisa Didapat Konsumen dari Konsep Ini

Ilustrasi konsumen/pelanggan.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA Tekno – Bali terkenal dengan keindahan alam dan budaya selalu menjadi primadona bagi wisatawan domestik dan internasional. Hal ini menjadikan investasi properti di Pulau Dewata sebagai pilihan menarik bagi para investor.

img_title AI Bikin Minecraft Versi X dengan Multiplayer

Namun, seiring meningkatnya kesadaran akan kelestarian lingkungan, konsep keberlanjutan kini menjadi faktor penting dalam investasi properti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Investor mulai mencari properti yang tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan komunitas lokal.

img_title Kebiasaan Belanja Masyarakat Berubah di 2026, Ini yang Diam-diam Mulai Dicari Konsumen

Kendati demikian, pasar properti di Bali mengalami perubahan sejak pandemi Covid-19 merebak. Berdasarkan data internal Oxo Group Indonesia, sebelum pandemi mendera, mayoritas konsumen properti di Bali — baik pembeli asing maupun domestik — mencari rumah kedua untuk liburan (holiday house).

Namun, pascapandemi, mulai bergeser ke investment market. Lalu, perubahan lainnya adalah sebelum terjadi pandemi, sebagian besar konsumen Oxo (80 persen) berasal dari luar negeri, seperti Australia dan Singapura, serta lokal sisanya (20 persen). Akan tetapi, pascapandemi justru berbalik arah.

img_title Bukan Cuma Jualan, Ini 4 Strategi agar Bisnis Makin Dipercaya Konsumen

Hal ini dilihat oleh perusahaan pengembangan dan manajemen properti butik yang berbasis di Bali tersebut untuk menggali potensi investor lokal, terutama yang berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Pergeseran tren pasar properti di Bali tentu saja membuka peluang besar, terutama bagi pengembangan properti berkonsep boutique lifestyle.

Poin utama perancangan dari konsep tersebut berawal dari kebutuhan akan suasana yang baru dan aktivitas yang berubah saat ini, yang dapat menghadirkan nilai kenyamanan.

Unsur yang digunakan dalam konsep boutique lifestyle akan direalisasikan menjadi suatu bentuk bangunan dengan gaya unik dan modern. Hal itulah yang membuat konsep ini cocok dipakai dalam bisnis properti di Bali.

"Dengan membeli properti kami, maka konsumen bisa mendapat hasil investasi (rental yield) dan gaya hidup berkelanjutan. Satu sisi, kami akan mengelola dan menyewakan properti sehingga mereka (konsumen) mendapatkan keuntungan. Sisi lain, mereka bisa menempati properti miliknya saat berlibur," ungkap Pendiri dan Kepala Eksekutif Oxo Group Indonesia, Johannes Weissenbaeck, kala berbincang dengan VIVA Tekno dan sejumlah media massa di Jakarta.

Saat ini, Oxo Group Indonesia telah mengembangkan sekitar 30 properti di Bali senilai Rp700 miliar, yang terdiri dari hunian pribadi, vila, townhouse, studio co-working, resor, serta kapal pesiar sepanjang 20 meter di Taman Nasional Komodo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Juni mendatang, Jo berencana meluncurkan proyek terbaru di daerah Nyanyi, Bali, senilai Rp500 miliar. Menurutnya, proyek teranyar yang berdiri di atas lahan seluas 2 hektare di bagian utara Canggu ini akan menampilkan sekitar 36 unit vila luas dengan kolam pribadi dan dilengkapi beragam fasilitas umum.

Ilustrasi kendaraan

Gaya Hidup Berubah, Pilihan Kendaraan Ikut Beragam

Gaya hidup membuat pilihan kendaraan masyarakat semakin beragam. Kenali cara memilih motor, mobil keluarga, SUV, hingga kendaraan listrik sesuai kebutuhan, kenyamanan.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut