Melangkah seperti di Alam Bebas, Sebuah Konsep Perubahan

Ilustrasi ide / konsep / inovasi.
Sumber :
  • The Talent Bank

VIVA Tekno – Sandal pastinya sudah menjadi alas kaki andalan untuk kegiatan sehari-hari. Tapi, tahukah kamu sejarah alas kaki?

img_title Intip Perkembangan Store Gadget di Tanah Air, Ada yang Hadir dengan Konsep Kekinian

Banyak situs atau laman yang ditemukan menyebut bahwa sandal sudah dipakai selama ribuan tahun. Ini dapat dibuktikan dengan penemuan gambar sandal di lukisan dinding Mesir kuno dari 4.000 Sebelum Masehi (SM).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sepasang sandal yang ditemukan di Eropa terbuat dari daun papirus dan diperkirakan berumur sekitar 1.500 tahun. Versi awal sandal dibuat dari berbagai macam bahan.

img_title Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Anindya Ajak Bakrie Terus Berkontribusi dan Doakan Korban Gempa NTT

Sedangkan, sandal Mesir kuno terbuat dari daun papirus serta daun palem. Orang Maasai di Afrika memakai sandal dari kulit mentah. Di India, sandal terbuat dari kayu.

Di China dan Jepang, jerami padi digunakan untuk membuat sandal jepit. Daun tanaman sisal digunakan untuk membuat jepit sandal di Amerika Selatan, sedangkan penduduk asli Meksiko menggunakan tanaman yucca.

img_title Remember Fest x Cube Concert: Arah Baru Pertunjukan Musik dan Industri Hiburan di Indonesia

Nah, saat ini perkembangan industri sendal makin andal. Sebab, bahan pembuatannya sudah berubah dan dinamis serta lebih kokoh.

Ilustrasi alam.

Photo :
  • The Daily Guardian

Contohnya Birkenstock. Merek alas kaki asal Jerman, memperkenalkan koleksi terbarunya di Indonesia, yaitu Zurich Tech.

Mengedepankan fungsi serta tradisi pada setiap produknya, Zurich Tech terinspirasi dari silhouette sandal Zurich yang sudah lebih dahulu popular dan tak lekang oleh waktu.

Rancangan yang diciptakan oleh Karl Birkenstock ini menyesuaikan kegunaan sandal itu sendiri seiring dengan perkembangan zaman.

Zurich Tech merupakan sebuah reinterpretasi kontemporer dari desain sandal yang ada sejak 1964, di mana telah berhasil mewujudkan visi yang dinamis untuk Birkenstock.

Ini merupakan produk kedua yang memakai Original Birkenstock Footbed, dibuat untuk memberikan kenyamanan saat melakukan aktivitas sehari-hari sekaligus memberi pengalaman 'melangkah seperti di alam bebas', serta mengubah pandangan mengenai konsep alas kaki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terinspirasi dari fungsi sebuah alas kaki untuk olahraga musim dingin, gesper (buckle) yang terdapat pada Birkenstock klasik digantikan oleh jalinan gesper hitam monokromatik. Untuk kenyamanan, ukurannya juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Selain kegunaan dan tampilan gesper yang beresonansi dengan dunia olahraga, sandal ini juga memiliki bagian atas berbahan suede dan outsole Eva yang ringan. Berfungsi untuk memberikan dukungan dan daya tahan optimal tanpa mengabaikan kualitas dan berat pada sandal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut