Mengenal inDrive, Aplikasi Ojol yang Tarifnya Bisa Nego

inDrive.
Sumber :
  • Facebook: inDrive

Melalui pemanfaatan teknologi SHIELD, inDrive memperkuat platformnya untuk melawan fraud sekaligus meningkatkan tingkat kepercayaan serta transparansi bagi penumpang maupun mitra pengemudi (driver ojol).

img_title Jarang Diketahui Driver Ojol, 7 Aplikasi Ini Bisa Membantu Mencari Penumpang dan Menentukan Rute

Salah satu masalah yang ditangkis dengan solusi SHIELD di platform inDrive adalah soal kehadiran akun tuyul alias palsu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Pavit, akun palsu semacam ini memang bisa menjadi masalah, termasuk di Indonesia. Sebab, banyak pengemudi yang merasa apabila mereka memiliki rating tinggi, permintaan perjalanan akan semakin banyak.

img_title Jadi Driver Ojol Sekaligus Tulang Punggung Keluarga, Ini Cara Mengatur Penghasilan agar Tak Cepat Habis

"Ini (bisa) benar dan tidak benar. Sebab, pada kenyataannya, kami bisa memeriksa apakah perjalanan itu benar terjadi, atau apakah perjalanan itu nyata, termasuk apakah sebuah review yang diberikan itu asli," tuturnya.

Ia juga menuturkan, inDrive memang bisa memastikan sekaligus memeriksa apabila menemukan ada jumlah perjalanan atau jumlah pengguna yang tidak realistis. Dan untuk melakukan pengecekan itu, mereka biasa melakukannya secara manual.

img_title Trump: Sudah Waktunya Ukraina Pilih Presiden Baru

Terlebih, solusi yang dihadirkan SHIELD ini tidak memerlukan PII (Personal Identifiable Information). Dengan demikian, inDrive dipastikan tetap bisa mematuhi regulasi soal perlindungan data dan privasi di seluruh dunia, tanpa mengorbankan keamanan.

"Dan untuk di masa depan, dengan pelacakan ID dari SHIELD, hal yang sebelumnya menjadi masalah, sekarang sudah tidak lagi. Jadi, solusi ini bisa membuat kami lebih stabil dan transparan. Jauh lebih baik," ungkap Pavit.

Pendiri sekaligus CEO inDrive, Arsen Tomsky

Photo :
  • Antara

Pendiri

Pendiri sekaligus Kepala Eksekutif inDrive, Arsen Tomsky, membeberkan ide mendirikan perusahaan transportasi online yang berawal dari kesulitannya mendapatkan taksi pada malam Natal nan dingin pada 2012.

Kala itu, suhu di Rusia mencapai minus 45 derajat Celcius. Dikisahkan bahwa perserikatan perusahaan taksi lokal sepakat untuk menaikkan harga hingga dua kali lipat. Sampai-sampai banyak warga terjebak pada musim dingin ekstrem di Siberia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Akhirnya, sekelompok siswa membentuk grup publik di VK.com, media sosial yang populer di Rusia. Siapa pun dapat mengajukan permintaan tumpangan dan mereka yang memiliki mobil dapat menerima permintaan bantuan," kata Arsen Tomsky, seraya mengenang.

Setelah itu, grup tersebut memiliki 50 ribu pelanggan. ia pun berinisiatif mengumpulkan tim dan mengubah grup tersebut menjadi aplikasi seluler berdasarkan premis yang sama, yakni penumpang memasukkan harga yang ingin dibayar. Sisi lain, pengemudi dapat mengambil pesanan jika mereka setuju dengan tarif yang ditawarkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut