Belajar Bisnis Online dari Media Sosial, Begini Nasibnya Sekarang

Ilustrasi media sosial.
Sumber :
  • Pexels

Jakarta, VIVA – Bisnis online merupakan dunia usaha yang saat ini sedang booming dan begitu diminati generasi muda. Satu sisi, sudah tidak terhitung jumlah pebisnis muda yang sukses dalam melakukan bisnis online.

img_title Prancis Minta Media Sosial TikTok hingga Instagram Diblokir Cegah Kerusuhan Lanjutan

Penghasilannya pun hingga ratusan juta Rupiah. Sisi lain, tidak bisa dipungkiri, banyak juga yang gagal menjalankan bisnis online.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sukses merupakan hak semua orang. Itulah yang mendasari Miftah Ainu Rofiq, atau yang akrab dipanggil Mazinu (30), bisnis online parfum serta perawatan kesehatan dan kecantikan.

img_title Mulai 25 Oktober! Diskon 50 Persen Biaya Marketplace untuk Pelaku UMK, Ini Aturannya

Awal Mazinu terjun ke dunia bisnis online adalah menjadi reseller. Tidak puas, setelah lulus SMK Jurusan Desain Grafis di daerah Jombang, Jawa Timur, ia pun mencoba belajar bisnis online dari media sosial.

"Awal bisnis online yang saya lakukan, ya, baru sebatas jualin produk punya orang. Bahasa kerennya sekarang reseller," kata dia, mengenang.

img_title Polisi Rekonstruksi Jalur Pelajar dari Bekasi ke Jakarta, Dalami Peran F alias Batak

Sejak 2017 hingga 2020, Mazinu mengaku bisnis online tanpa branding dan masih menjadi reseller. Dikarenakan produk yang dijual masih kurang bagus di pasaran menyebabkan penjualannya kurang maksimal.

Apalagi, pada awal 2020, musibah pandemi Virus Covid-19 melanda Indonesia yang hampir melumpuhkan perekonomian. "Akibatnya penjualan anjlok imbas daya beli pelanggan menurun," jelas Mazinu.

Singkat cerita. Dengan segala upaya dan daya, ia akhirnya membangun merek atau brand sendiri, yaitu Mezuca.

Bisnisnya fokus di bidang perawatan kecantikan kulit (skincare), kesehatan dan kecantikan, serta parfum. Selama mengawali bisnis skincare, pasang surut usaha adalah hal yang biasa dihadapi.

Selain karena Virus Covid-19, persaingan pasar juga sangat ketat. Semangat berbisnis dan tekad kuat untuk terus melakukan evaluasi dan mencoba lagi agar bisa terus berkembang adalah hal yang wajib dilakukan.

Hingga pertengahan tahun ini, brand Mezuca kian berkembang pesat. Jumlah karyawan lebih dari 50 orang dan para affiliator juga meningkat jumlahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, pemasaran produk masih fokus di marketplace. Namun, secara perlahan mengambil pasar offline.

"Saya punya komitmen untuk terus berinovasi membuat produk-produk yang berkualitas dengan harga ekonomis. Harapan saya bisnis online ini berkembang pesat dan bisa bermanfaat bagi orang lain," tutur Mazinu, menutup pembicaraan.

Bendera Jerman terlihat di depan Gedung Reichstag di Berlin.

Isi Medsos di Jerman Bakal Diatur, 1 dari 5 Konten Wajib Berasal dari Media Tertentu

Jerman merancang aturan yang mewajibkan platform media sosial menyediakan kuota 20 persen untuk konten informatif dari media layanan publik dan media yang memenuhi syarat

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut