Platform Digital Reku Hadirkan Fitur Baru

Gaya Gen Z melakukan Investasi Saham
Sumber :
  • Pexel.com/Liza Summer

Jakarta, VIVA – Reku sebagai salah satu platform investasi digital di Indonesia, resmi mengumumkan perluasan layanannya dengan menghadirkan opsi investasi saham Amerika Serikat (AS).

img_title Digitalisasi Mulai Menyentuh Rantai Pasok Konstruksi, Bukan Sekadar Urusan Desain Proyek

Langkah ini memungkinkan masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan terkemuka di pasar modal global secara lebih mudah dan terjangkau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Reku telah dikenal luas sebagai platform untuk bertransaksi aset kripto. Dengan penambahan fitur saham AS, Reku semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri investasi digital di Indonesia.

img_title Jangan sampai Niat Cari Pahala tapi malah Apes

"Kami melihat potensi besar dari pasar saham AS dan ingin memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di sana," ujar Jesse Choi, Co-CEO Reku.

img_title Platform Digital Jadi Cara Baru Banyak Orang Cari Cuan dari Rumah

"Melalui fitur-fitur inovatif yang kami sediakan, kami berharap dapat membantu investor, baik pemula maupun berpengalaman, untuk mencapai tujuan finansial mereka,” tambahnya, dikutip VIVA dari keterangan resmi, Selasa 24 September 2024.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna, Reku telah menjalin kerjasama dengan sejumlah mitra strategis, termasuk PasarFX dan Alpaca Securities. Kemitraan ini memungkinkan pengguna Reku untuk bertransaksi saham AS secara langsung di bursa-bursa utama seperti NYSE dan NASDAQ.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu keunggulan Reku adalah adanya fitur-fitur yang dirancang khusus untuk membantu investor memahami pasar saham AS. Fitur Insights, misalnya, menyediakan analisis mendalam mengenai kinerja perusahaan-perusahaan tercatat, sehingga investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih informatif.

Dengan perluasan layanan ini, Reku berharap dapat mendorong minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi jangka panjang dan meningkatkan literasi keuangan.

Pembukaan ASEAN Forum on the Protection of Journalistic Works in the Copyright Regime in the Digital Era.

Dorong Pelindungan Hak Cipta Karya Jurnalistik, Dewan Pers Soroti Ketimpangan Ekonomi Media di Era AI

Dewan Pers dan pemerintah serius dorong perlindungan hak cipta karya jurnalistik di era AI. Insan pers butuh transparansi, kompensasi adil, dan kepastian hukum.

img_title
VIVA.co.id
11 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut