Potensi Aset Kripto Sangat Besar di Indonesia

Ilustrasi mata uang kripto.
Sumber :
  • ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi

Jakarta, VIVA – Industri teknologi keuangan atau fintech dalam negeri diprediksi akan terus tumbuh. Berdasarkan laporan dari Mordor Intelligence, industri fintech Indonesia pada 2025 dapat mencapai US$20,93 miliar atau Rp341,1 triliun.

img_title Bareskrim Ungkap Perputaran Dana Judi Online Alami Penurunan Rp86,8 Triliun

Dari sisi transaksi aset kripto, data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada Januari 2025 mencapai Rp44,07 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tingginya potensi dan volume transaksi di kedua sektor ini mencerminkan masa depan yang menjanjikan bagi industri fintech dan aset kripto di Indonesia.

img_title Pantau Keuangan Daerah, Purbaya Siap Suntikkan Dana Bagi Pemda Terkendala Keuangan

"Kolaborasi dan partisipasi aktif guna mendorong peningkatan kesadaran dan penetrasi aset kripto menjadi bagian dari komitmen kami untuk mendukung kemajuan industri ini di Tanah Air," kata Chief Marketing Officer Pintu, Timothius Martin, Senin, 21 April 2025.

Dengan potensi aset kripto yang masih sangat besar, maka ia akan melanjutkan program edukasi dan literasi yang diharapkan dapat memberikan informasi menyeluruh tentang aset kripto, potensi beserta risikonya.

img_title Patuhi Regulasi OJK, Indodana Fintech Tegaskan Komitmen Pada Prinsip Kehati-hatian

Untuk itu, Pintu, sebagai aplikasi kripto, terus memperluas program literasi dan edukasi mengenai aset kripto dan teknologi blockchain dengan menggandeng PT Espay Debit Indonesia Koe, atau aplikasi dompet digital yang dikenal dengan nama Dana.

"Kami menghadirkan program edukasi dan literasi di kantor Dana untuk berbagi wawasan dan pengetahuan seputar aset kripto dan teknologi blockchain yang saat ini tengah menjadi perhatian masyarakat luas," tuturnya.

Sementara itu, Director of Communications Dana Indonesia, Olavina Harahap, mendukung penuh program edukasi dan literasi yang dilakukan oleh Pintu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diskusi mengenai aset kripto menjadi pembahasan yang menarik sekaligus menambah pengetahuan lebih dalam mengenai instrumen investasi kripto yang masih relatif baru, namun terus mengalami perkembangan positif.

"Kami berharap kolaborasi edukasi antar industri fintech yang inovatif bisa terus berjalan untuk menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan berkelanjutan," papar Olavina.

Bursa kripto OKX.

OKX Buka-bukaan 'Isi Brankas', Aset Kripto Capai Rp404 Triliun

Dalam laporan Proof of Reserves (PoR), OKX mencatatkan total aset Utama sebesar US$22,96 miliar atau Rp404 triliun yang masuk dalam sistem cadangan platform.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut