Hari Jomblo, Raksasa JD.com Raup Rp255 Triliun

JD.com.
Sumber :
  • REUTERS/Aly Song

VIVA – Raksasa e-commerce China, JD.com, melaporkan hasil penjualan mereka selama 11 hari bulan ini mencapai 127,1 miliar yuan atau US$19,1 miliar (Rp255 triliun) atau meningkat 50 persen dari tahun lalu yang hanya US$8,5 miliar (Rp113,4 triliun).

img_title China Protes BYD hingga Alibaba Masuk 'Daftar Hitam' AS

Hasil penjualan ini dilaporkan bersamaan dengan Hari Jomblo (Single's Day) yang dirayakan setiap 11 November selama delapan tahun terakhir di negeri Panda itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sebuah pernyataan resmi, yang dikutip Reuters, Senin, 13 November 2017, kompetitor utama Alibaba ini menjelaskan bahwa penjualan yang dimulai pada 1 November ini untuk mengurangi kepadatan pengiriman serta memberi pelanggan lebih banyak waktu untuk membuat keputusan barang apa yang akan mereka beli.

img_title Begini Jadinya Beli Range Rover Murah Meriah di e-Commerce

Menurut JD.com, makanan segar dan kosmetik merupakan dua jenis komoditas yang banyak diperdagangkan.

Untuk kategori makanan segar, sebanyak 500 ribu ton udang windu asal Thailand, dan masker wajah mencapai 55 juta untuk kategori make-up, selama 11 hari penjualan.

img_title Perkuat Ekosistem Digital RI, GoTo Gandeng Tencent dan Alibaba

"Kami juga menjual unit pendingin ruangan (AC) seharga 500 juta yuan (Rp1,023 triliun) dalam waktu hanya 30 menit dan 100 juta yuan (Rp204,7 miliar) untuk unit televisi hanya  satu menit," demikian keterangan resmi JD.com.

Sedikit informasi, perusahaan e-commerce terbesar di China, Alibaba, menciptakan parade belanja online penuh diskon selama Single's Day pada 11 November 2009.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk kali pertama, perputaran uang mencapai 50 juta yuan (setara Rp10 miliar) ketika Alibaba menggelar ajang belanja pada delapan tahun silam.

Single's Day bahkan melebihi penjualan gabungan untuk Black Friday dan Cyber Monday di Amerika Serikat. (hd)

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih

Bisnis Kripto Trump Disorot, World Liberty Pakai AI China yang Masuk Daftar Risiko AS

Bisnis kripto Presiden Donald Trump, World Liberty Financial, bekerja sama dengan WorldClaw yang menawarkan model AI China yang disorot pemerintah AS.

img_title
VIVA.co.id
18 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut