Ternyata, Baterai Bisa Ungkap Rahasiamu di Smartphone

Ilustrasi baterai ponsel.
Sumber :
  • Instagram/@mz.repairiphonekl

VIVA – Ternyata ada cara mudah bagi peretas untuk melihat kegiatan pengguna smartphone. Peretas cuma perlu mempelajari tingkat daya baterai pengguna untuk membobol apa saja aktivitas selama memakai smartphone.

img_title Jangan Percaya Ada yang Ngaku-ngaku Perekrut BUMN atau Tech Titan di LinkedIn

Untuk menguji hal tersebut tim peneliti dari Universitas Texas Amerika Serikat, Universitas Hebrew, dan Institut Teknologi Technion Israel, menanamkan micro-controller dengan teknologi kecerdasan buatan pada baterai smartphone pengguna. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari laman Daily Mail, Rabu 27 Juni 2018, micro-controller dipakai untuk merekam aliran listrik di dalam dan luar perangkat. Sedangkan teknologi kecerdasan buatan dipakai sebagai untuk mencocokkan aliran listrik dengan sentuhan keyboard yang spesifik. 

img_title AI Sekarang bisa Meretas dalam 31 Detik Tanpa Bantuan Manusia

Dengan pantauan konsumsi daya baterai, peretas akan bisa mengumpulkan jadwal dari semua penggunaan ponsel pada satu waktu. Termasuk saat membuka kamera, meluncurkan aplikasi pihak ketiga, atau saat menggunakan browser. 

Penggunaan kecerdasan buatan bisa memuluskan aksi peretas. Menurut para peneliti, teknologi itu mampu mengidentifikasi tombol apa yang ditekan pada software keyboard yang dipasang. Mereka menyatakan, tombol keyboard dapat dibedakan dari sentuhan lain pada layar. 

img_title Masih Ingat Gary McKinnon? Hacker yang Pernah Menghebohkan Pentagon dan NASA Kini Jadi Produser Musik

Dengan cara yang sama, peretas juga bisa merekam kata sandi korbannya dan memantau kegiatannya seperti situs yang sering dikunjungi, penggunaan kamera, serta saat melakukan panggilan. 

Ilustrasi ponsel kehabisan baterai.

Namun bagi peretas untuk bisa menanamkan micro-controller itu, perlu akses secara fisik ke smartphone untuk menukar baterai dengan micro-controller yang telah disiapkan. Micro-controller ini mengalirkan listrik masuk dan keluar dari sel baterai 1 kHz. 

Para peneliti menyebutkan, baterai dengan micro-controller sebagai baterai beracun. 

Akses secara fisik ini bisa dilakukan peretas di mana saja, misalnya jaringan rantai pasokan, toko reparasi atau saat pemeriksaan keamanan yang dilakukan di bandara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Walaupun caranya yang rumit dan mengharuskan akses fisik tersebut, micro-controller ini menawarkan beberapa keunggulan. Pertama, korban tidak dapat mendeteksi adanya serangan karena memang tak ada jejak apa pun pada software. Lalu baterai beracun ini masih bisa memonitor aktivitas ponsel tanpa harus memasang sesuatu pada charging kabel atau mengganggu trafik jaringan. 

Sedangkan yang terakhir, peretas mendapatkan keunggulan yaitu tidak perlu memodifikasi ponsel. Hanya perlu mengganti baterainya saja. Para peneliti telah menggunakan Huawei Mate 9 dan Samsung Galaxy Note 4 untuk mencoba sentuhan pada keyboard tersebut. (ch)

Hacker / serangan siber.

Uni Eropa Resmi Wajibkan Laporan Serangan Siber dalam 24 Jam

Komisi Uni Eropa Bersama Badan Keamanan Siber Uni Eropa (ENISA) mengatakan aturan baru yang mewajibkan pelaporan serangan siber dan kerentanan mulai berlaku 11 September.

img_title
VIVA.co.id
12 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut