Kisah Christopher Columbus Selamat Berkat Gerhana Bulan Total
- REUTERS/Darren Whiteside
Columbus menyebutkan, Tuhan akan melenyapkan Bulan purnama, membuatnya tampak 'murka', dan menandakan kejahatan yang dilakukan semua orang.
Jam pasir
Pada malam yang telah diprediksikan, terbitlah Bulan di ufuk Timur. Awal kemunculannya, Bulan masih terlihat penuh. Namun saat hari sudah benar-benar gelap gulita, penampakan Bulan menjadi merah darah (blood moon).Â
Menurut Ferdinand, putra dari Columbus, suku Arawak menjadi sangat ketakutan. Mereka secara berbondong-bondong datang ke kapal Columbus dan membawa banyak makanan. Mereka meminta Columbus untuk bersyafaat atas nama mereka.Â
Suku tersebut meminta Columbus agar Tuhannya mengembalikan Bulan dalam keadaan normal.Â
Namun Columbus berdalih, akan meminta waktu untuk berdiskusi dengan Tuhannya. Columbus mengurung diri di kabin selama 50 menit.Â
Selama mengurung diri, Columbus terus memperhatikan jam pasir. Menjelang usainya Gerhana Bulan, dia pun keluar dari persembunyiannya. Columbus mengatakan Tuhannya telah mengampuni mereka, dan secara bertahap, seiring dengan berakhirnya Gerhana Bulan Total, satelit alami Bumi itu kembali dalam keadaan normal.Â
Setelah 'kecerdikan' tersebut, Columbus dan anak buahnya hidup sejahtera sampai menunggu bantuan datang. Mereka kembali ke Spanyol pada 7 November 1504.