Kenali Level Status Gunung Berapi di Indonesia

Gunung Anak Krakatau semburkan asap, Sabtu, 23 Juni 2018.
Sumber :
  • VIVA/ Yandi Deslatama.

VIVA – Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda dan telah meletus sebanyak 576 kali dalam satu hari. Diprediksi, tidak akan ada peningkatan status dari Waspada menjadi Siaga.

img_title Ilmuwan Ini Berhasil Ciptakan Koper Bertenaga Al, Permudah Tunanetra Navigasi Lingkungan

"Sepertinya tidak ada peningkatan status karena Anak Krakatau jauh dari masyarakat," kata Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau (GAK) Lampung, Andi Suandi, Minggu, 19 Agustus 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masyarakat pun perlu mengetahui tingkatan status gunung berapi di Indonesia. Nah, berikut ini beberapa tingkat status gunung berapi di Indonesia.

img_title Cek Fakta: Video Detik-detik Erupsi Gunung Anak Krakatau

1. Aktif Normal

Status ini artinya pada gunung api yang diamati tidak ada perubahan aktivitas secara visual, seismik, dan kejadian vulkanik. Ini menunjukkan tidak ada letusan hingga kurun waktu tertentu.

img_title Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Muntahkan Abu 1.500 Meter

2. Waspada

Status ini menunjukkan mulai meningkatnya aktivitas seismik dan mulai muncul kejadian vulkanik. Pada status ini juga mulai terlihat perubahan visual di sekitar kawah. Mulai terjadi gangguan magmatik, tektonik, atau hidrotermal, namun diperkirakan tak terjadi erupsi dalam jangka waktu tertentu.

3. Siaga

Pada status ini ada peningkatan seismik yang didukung dengan pemantauan vulkanik lainnya, serta terlihat jelas perubahan baik secara visual maupun perubahan aktivitas kawah.

Berdasarkan analisis data observasi, kondisi itu akan diikuti dengan letusan utama. Artinya, jika peningkatan kegiatan gunung api terus berlanjut, kemungkinan erupsi besar mungkin terjadi dalam kurun dua pekan.

4. Awas

Status terakhir ini adalah kondisi paling memungkinkan terjadinya erupsi. Status Awas merujuk letusan utama yang dilanjutkan dengan letusan awal, diikuti semburan abu dan uap. Setelah itu akan diikuti dengan erupsi besar.

Dalam kondisi ini, kemungkinan erupsi besar akan berlangsung dalam kurun 24 jam. Aktivitas gunung berapi yang ada di perairan Selat Sunda itu hari ini tidak terpantau dengan jelas lantaran tertutup kabut di puncaknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Warga masyarakat, wisatawan dan nelayan diimbau tidak berada di radius dua kilometer dari puncak kawah. "Aktifitas GAK masih fluktuatif dan ini memang kegiatan GAK kalau sedang aktif," ungkap Andi.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tinggi kolom abu mencapai 500 meter berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut