10 Hoax Terdahsyat di Indonesia Sepanjang 2018

Aksi tolak hoaks di Lhokseumawe, Aceh
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rahmad

VIVA – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentifikasi 10 konten hoax paling berdampak sepanjang 2018. Dampak yang ditimbulkan dari sebaran konten hoax itu relatif beragam. Mulai dari menimbulkan keresahan dan ketakutan di sebagian kelompok masyarakat hingga menjadi perhatian nasional melalui pemberitaan media massa. 

img_title BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online, Masyarakat Wajib Waspada Modus Penipuan

Berdasarkan pemantauan mesin pengais konten Sub Direktorat Pengendalian Konten internet Direktorat Pengendalian Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, hoax paling dahsyat adalah hoax Ratna Sarumpaet. Berikut konten terindikasi hoax yang memiliki dampak selama tahun 2018: 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hoax Ratna Sarumpaet

img_title Polres Tangsel Diserang Hoax Saat Gencar Berantas Narkoba

Pemberitaan penganiayaan Ratna Sarumpaet oleh sekelompok orang pertama kali beredar dalam Facebook pada Oktober 2018. Konten tersebut kemudian diviralkan melalui Twitter dan diunggah kembali serta dibenarkan beberapa tokoh politik tanpa melakukan verifikasi akan kebenaran berita tersebut.

Setelah ramai diperbincangkan, konten hoax ditanggapi Kepolisian yang melakukan penyelidikan setelah mendapatkan tiga laporan mengenai dugaan hoax pada pemberitaan tersebut. Belakangan, Ratna tidak dianiaya melainkan operasi plastik. Hasil penyelidikan menunjukkan Ratna datang ke Rumah Sakit Bina Estetika Menteng, Jakarta Pusat, pada 21 September 2018 sekitar pukul 17.00 WIB.

img_title Meutya Hafid Ungkap Fakta Mengejutkan soal Ruang Digital Indonesia

Hoax Ratna Sarumpaet

Hoax gempa susulan di Palu

Beredarnya broadcast konten melalui Aplikasi Whatsapp tentang gempa susulan di Palu sangat meresahkan masyarakat Kota Palu khususnya. Berita itu berdampak langsung kepada korban gempa dan tsunami yang masih mengalami trauma. Broadcast tersebut tersebar melalui pesan berantai tersebut tertulis bahwa Palu dalam keadaan siaga. 

Hoax penculikan anak

Hoax penculikan anak beredar di media sosial media seperti Facebook, Twitter dan WhatsApp. Hal itu meresahkan masyarakat terutama orang tua yang memiliki anak-anak masih kecil. Di Twitter, hoax yang beredar menyatakan pelaku penculikan anak tertangkap di Jalan Kran Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Hal itu langsung dibantah Kapolsek Kemayoran Kompol Saiful Anwar yang mengatakan jika kabar penangkapan pelaku penculikan tersebut tidak benar. Ia mengatakan jika laki-laki yang terdapat dalam video tersebut adalah seorang tukang parkir yang mengidap gangguan jiwa.

Hoax penculikan anak

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hoax imunisasi dan vaksin

Imunisasi tak jarang mendapatkan penolakan dari beberapa kelompok masyarakat karena adanya informasi yang tidak lengkap tidak benar atau hoax. Salah satu hoax tentang vaksin imunisasi yang cukup viral adalah isu konspirasi penyebaran virus atau penyakit melalui vaksin. Dikabarkan vaksin yang digunakan imunisasi mengandung sel-sel hewan, virus, bakteri, darah, dan nanah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut