Cara Warga Jambi Mengais Rezeki di Tengah Banjir

Banjir di wilayah Jambi, Sabtu, 15 Desember 2018.
Sumber :
  • VIVA/Syarifuddin Nasution

VIVA – Bencana banjir umumnya memberi sejumlah kerugian materi kepada wilayah yang terdampak, namun tidak dengan Jambi yang terletak di pulau Sumatera. Penduduk di sana akan gembira jika banjir terjadi dalam waktu yang lama.

img_title Banjir Terjang Tiga Kecamatan di Aceh Barat, 12 Desa Terdampak

Kelompok Penelitian Ekologi Manusia-Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan penelitian di tiga desa, yang masing-masing desa dihuni oleh penduduk asli melayu-Jambi, pendatang, dan orang rimba.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu peneliti, Intan Adhi Perdana Putri mengatakan, penduduk asli dan pendatang menyebut banjir sebagai 'air naik', yang biasanya juga turut datang di musim kemarau. Intensitas hujan yang tinggi dengan waktu yang lama akan membuat provinsi itu terendam banjir.

img_title Semeru Masih Siaga, Getaran Banjir Lahar Berlangsung Hampir 4 Jam

"Air naik merupakan peluang ekonomi bagi penduduk untuk menangkap ikan. Semakin lama banjir, semakin banyak dan besar ikan yang ditangkap," katanya saat melakukan temu media, di LIPI, Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.

Produksi ikan selama bencana banjir cukup banyak, bahkan penjualannya bukan hanya untuk wilayah Jambi saja, namun bisa sampai ke kota Palembang, Sumatera Selatan. Ikan yang ditangkap seperti batok, sepat, gabus, dan lain sebagainya.

img_title Cilacap Dilanda Banjir-Tanah Longsor Imbas Hujan Deras Tak Berhenti Sejak Jumat Malam

Ikan dijual dalam keadaan hidup atau mati. Bahkan untuk variasi lainnya dipasarkan dalam bentuk ikan asin. Hal inilah yang membuat masyarakat di sana tercukupi dalam memenuhi kebutuhan ekonominya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara umum masyarakat Jambi dinilai sudah sangat siap menghadapi banjir. Mereka telah menyiapkan transportasi air seperti sampan dan perahu, menyimpan kayu untuk dijadikan 'amben-amben' atau panggung di dalam rumah.

Penduduk di Jambi sudah terbiasa dalam menghadapi banjir tahunan, sehingga tidak mereka hitung sebagai sebuah bencana. Mereka juga memiliki keterampilan berenang dan mendayung, sehingga bisa secara mandiri memenuhi kebutuhan pokok. (dhi)

Ilustrasi banjir di Aceh Barat

43 Desa Terendam Banjir di Aceh Barat, Sejumlah Akses Jalan Ikut Terdampak

Banjir di Aceh Barat meluas hingga merendam 43 desa di 10 kecamatan. Sejumlah rumah dan jembatan gantung rusak, sementara hujan masih mengguyur wilayah pedalaman.

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut