China Pecat Ilmuwan 'Pencipta' Bayi Anti-HIV

Dr. He Jiankui, ilmuwan yang sukses mengedit dan membuat manusia.
Sumber :
  • Instagram/@joey_jmsc

VIVA – Ilmuwan China yang berhasil membuat bayi melalui rekayasa buatan, He Jiankui, kini bernasib apes. Universitas tempatnya bekerja memecatnya. 

img_title Kemenkes Ungkap Fakta Meningkatnya Kasus HIV di Sidoarjo

Southern University of Science and Technology of China in Shenzhen (SUSTech) mengumumkan He tidak boleh lagi menjalankan aktivitasnya di kampus, karena dia sudah dipecat. He bahkan terancam menghadapi tuntutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip dari CBC News, Selasa 22 Januari 2019, menurut laporan Xinhua News Agency, He dipecat karena menghindari pengawasan penyelidik atas klaimnya mengedit DNA bayi hasil rekayasa buatan.

img_title Ketum TP PKK Tri Tito Dorong Pelajar Peduli Kesehatan Sejak Dini

Ilmuwan pria tersebut juga dituding melanggar norma penelitian. He diduga mengumumkan keberhasilannya supaya mendongkrak popularitas.

"Pemecatan ini aktif segera, SUSTech akan membatalkan kontrak kerja dengan Dr. He Jiankui dan menghentikan aktivitas mengajar dan penelitiannya di kampus ini," ujar perwakilan SUSTech dalam pernyataannya.  

img_title Cegah Perilaku Seks Berisiko, DPRD Dorong Perda Khusus

Laporan menunjukkan, He ingin tampil sendiri. Untuk itu, He bakal kena hukuman atas pelanggaran aturan. Namun penyelidik di Provinsi Guangdong tidak membeberkan aturan mana yang dilanggar oleh He. 

He membuat dunia heboh pada November tahun lalu. Dalam seminar pengeditan genom manusia di Hong Kong, dia mengaku 'membuat' bayi manusia pertama dengan gen yang diedit.

Dia mengatakan, sepasang bayi perempuan kembar yang lahir pada November tahun lalu, menjalani proses pengubahan DNA di kala masih berbentuk embrio. Rekayasa ini untuk mencegah mereka terkena HIV.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengakuan ini membuat heboh. He Jiankui memicu gelombang amarah soal merekayasa gen sepasang bayi perempuan kembar agar imun terhadap HIV. Apa yang dilakukan He itu dituding sebagai pelanggaran terhadap peraturan ketat terkait pemanfaatan rekayasa genetika pada manusia. 

Dalam seminar di Hong Kong, He menyatakan kedua bayi yang dibuatnya lahir dengan normal dan sehat, dan perkembangannya akan dimonitor selama 18 tahun ke depan. Ia menyatakan untuk eksperimen tersebut, dia menggunakan mendanai pribadi. He mengakui universitasnya tak tahu menahu soal penelitian tersebut. (dhi)

Ilustrasi HIV/AIDS

144 Kasus Baru HIV Ditemukan di Cirebon, Mayoritas Berusia Produktif

Dinkes Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menemukan 144 kasus baru HIV sepanjang Januari hingga Juni 2026. Temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan atau skrining.

img_title
VIVA.co.id
2 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut