Temukan Hilal Ramadan di Internet, Begini Caranya

Penentuan Awal Ramadan 1438 H
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

VIVA – Dalam beberapa hari lagi umat Muslim akan mulai melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Penentuan awal puasa di Indonesia menunggu sidang Isbat atau penetapan yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama. 

img_title Apakah Sah Berpuasa saat Hari Maulid Nabi? Begini Penjelasan Hukumnya

Untuk menentukan awal Ramadan maupun Hari Idul Fitri, hal yang sentral adalah munculnya bulan baru atau hilal. Untuk menentukan bulan baru, selama ini di Indonesia ada dua madzhab yakni perhitungan atau hisab dan pengamatan bulan baru atau rukyat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Muhammadiyah selama ini menggunakan metode hisab untuk menentukan awal puasa, Hari Idul Fitri adan awal bulan baru dalam kalender Islam. Tak heran, Muhammadiyah sudah jauh hari yakni 25 Maret 2019, menentukan awal puasa Ramadan 2019 jatuh pada Senin 6 Mei 2019.

img_title Peta Digital Jadi Media Berkarya oleh Pesepeda

Sedangkan Nahdlatul Ulama menggunakan metode rukyat untuk menentukan bulan baru. Makanya, NU biasanya melakukan pengamatan hilal menggunakan teleskop dan alat optik lainnya untuk menentukan awal puasa atau Hari Idul Fitri. Hasil rukyat itu akan dilaporkan dalam sidang Isbat dan pemerintah menentukan kapan awal puasa atau Hari Idul Fitri. 

Kalau mau mudah sejatinya bisa saja langsung menentukan hilal dengan hisab. Dengan metode ini, tak perlu repot pengamatan. Namun semuanya punya keyakinan dan landasan filosofis masing-masing dalam memilih metode penentuan bulan baru. 

img_title Gameplay GTA 6 Terbongkar! Peta Lebih Luas dan Ada AI Generasi Baru

Nah, dalam hisab untuk menentukan bulan baru, dengan mudah kita bisa menemukan tool atau website yang menghitung bulan baru. Salah satunya adalah website www.moonsighting.com. 

Pakar teknologi informasi, Onno W Purbo menyimulasikan penentuan hilal dengan perhitungan dari laman tersebut. 

Untuk menentukan hilal, Onno menuturkan, ada dua fitur utama yang patut dilihat pada laman Moonsighting. Fitur yang dimaksud yakni Ramadan &Ied dan Visibility Maps. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di sebelah kiri itu ada tool Ramadan dan Ied serta Visibility Maps. Ini adalah peta bulan baru bisa dilihat," kata Onno dalam saluran YouTube-nya dikutip Kamis 2 Mei 2019. 

Pada peta simulasi penampakan bulan baru di laman tersebut, akan muncul peta dunia dengan area berwarna-warni. Warna hijau menunjukkan area bisa mudah melihat hilal dengan mata telanjang, warna biru menunjukkan hilal bisa terlihat jika kondisi cuaca bersahabat, warna abu-abu menunjukkan butuh bantuan perangkat optik untuk menemukan bulan, dan warna merah menunjukkan hilal bisa terlihat hanya dengan bantuan perangkat optik namun terbilang susah. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut