Robot Gemulai Ini Bakal Jadi Andalan di Planet Mars

Robot gemulai buatan NASA
Sumber :
  • Dokumen NASA

VIVA – Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA membuat terobosan dalam bidang robot. NASA mengembangkan robot lunak atau robot gemulai. Robot fleksibel yang dikembangkan NASA ini terbuat dari silikon atau bahan lentur lainnya ini. Dengan fungsi yang lentur itu, diharapkan robot gemulai ini bisa memudahkan misi berawak di masa depan, termasuk ke Planet Mars.

img_title Margaret Hamilton Wafat di Usia 90 Tahun, Kenang Lagi Kisahnya di Balik Keberhasilan NASA Mendaratkan Manusia ke Bulan

Dilansir melalui laman BGR, Kamis 9 Mei 2019, robot gemulai tersebut menjadi sangat kontras dengan robot yang sebagian besar terbuat dari logam. Bahan logam berisiko yakni bahaya untuk kehidupan di planet lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Robot gemulai NASA terbuat dari bahan yang tahan lama, bisa berumur panjang dan fleksibel, sehingga dapat mengurangi potensi kerusakan karena gerakan. Robot jenis ini juga kemungkinan lebih fleksibel dibanding robot yang solid dari logam dan besi. NASA mengatakan, robot gemulai ini akan memiliki bentuk yang berbeda, tergantung persyaratan aplikasi.

img_title Bahan Makanan Makin Beragam, Ini Tantangan Menentukan Halal dan Haram dalam Islam

"Ketika Anda menggerakkan robot lunak, itu mengubah cara Anda menggunakannya. Sepotong karet berubah dari rata ke bentuk jari, hal itu mengubah bahan menjadi sesuatu yang lain," ujar peneliti Langley Research Center NASA, Jack Fitzpatrick.

Sebagian besar purwarupa robot gemulai ini masih berskala tahap awal dan sederhana, namun keberadaannya membuktikan konsep yang mereka bangun dapat bekerja. Salah satu aspek yang paling menjanjikan adalah misi berawak ke ruang angkasa yakni membangun sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan.

img_title Intip 10 Profesi yang Paling Terancam AI dan Robot, Pekerjaan Anda Aman?

Membangun robot logam merupakan upaya yang rumit. Namun membuat robot cetakan 3D yang dapat diisi dengan silikon dan diubah menjadi robot bertenaga udara, akan memudahkan robot untuk mencapai lokasi terpencil di Planet Merah.

Ilustrasi peta NASA

Peta NASA Masih Merah, Karbon Monoksida Terdeteksi Membentang di Langit Indonesia

Peta NASA periode 16-18 Oktober 2026 menunjukkan sebaran karbon monoksida di Indonesia. Simak data titik panas, karhutla, dan kondisi kualitas udara.

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut