7 Bahaya Pakai VPN, Nomor 5 Paling Ngeri

Ilustrasi internet.
Sumber :
  • www.pixabay.com/TBIT

VIVA – Usai pembatasan pada sejumlah fitur di media sosial dan platform messaging termasuk WhatsApp, banyak pengguna menggunakan Virtual Private Network atau VPN. Dengan menggunakan VPN, pengguna bisa mengirimkan gambar dan video yang sebelumnya tidak bisa sama sekali dampak pembatasan tersebut.

img_title WhatsApp, Telegram, dan TikTok Bisa Menghabiskan Memori HP, Begini Cara Mengendalikannya

Namun ternyata dengan menggunakan VPN, ada bahaya yang mengintai perangkat pengguna. Dilansir dari laman Restoreprivacy, Rabu, 22 Mei 2019, berikut tujuh alasan berbahaya layanan VPN sangat berbahaya:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengandung Malware

img_title WhatsApp Mulai Uji Fitur Pesan Terjadwal, Bisa Kirim Otomatis hingga Dua Minggu

Dari penelitian CSIRO, lebih dari 38 persen aplikasi gratis VPN mengandung malware alias program berbahaya. 

Malware bisa datang dalam bentuk apa pun dan yang tersembunyi pada VPN bisa mencuri data dan digunakan untuk menargetkan iklan dan email spam pengguna. Selain itu juga bisa membajak akun secara online. 

img_title CPU Gaming 2026 Bukan Cuma Soal GHz, Cache Prosesor Bisa Membuat Perbedaan

Malware juga bertanggung jawab untuk mencuri uang dan barang atau produk digital. Kejahatan lainnya seperti mengunci atau mengenkripsi perangkat dan meminta imbalan untuk mengembalikannya. 

Mengumpulkan data pribadi

VPN dapat melacak untuk mengumpulkan data pribadi penggunanya. Studi CSIRO mencatat, 75 persen dari 283 VPN mengandung pelacakan pada kode sumber. Pengumpulan data ini bisa bernilai bagi iklan dan juga analitik. 

Salah satu contohnya layanan VPN gratis berbasis Kanada, Betternet. Aplikasi itu dilihat CSIRO mengandung 14 tracking libraries yang berbeda, selain juga ditemukan keberadaan malware tingkat tinggi. 

Dengan fakta itu, Betternet memasarkan layanannya sebagai solusi keamanan dan privasi. 

Akses data pengguna

Saat data pengguna dikumpulkan oleh VPN, akan dijual atau ditransfer pada pihak ketiga. Ini demi kepentingan keuntungan semata. Salah satu contohnya Opera Free VPN yang saat ini dimiliki konsorsium China. VPN itu menawarkan layanan gratis tanpa batas lewat browser, ini merupakan cara mereka mengumpulkan serta berbagi data pengguna. 

Mencuri Bandwidth

Sejumlah bisnis menggunakan VPN gratis untuk mencuri bandwidth dan menjualnya kembali pada pihak ketiga. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu contohnya layanan berbasis di Israel, Hola VPN. Layanan ini diketahui telah mencuri bandwidth dan dengan curang menjual lewat sister company, Luminati.  

Dalam kebijakan sistemnya, Hola mengakui mereka mungkin akan membagikan data pengguna dengan pihak ketiga. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut