Heboh Masuk Masjid, Nih Asal Usul Anjing
- Pixabay
Kesimpulan ini diambil setelah tim peneliti menganalisis 549 DNA anjing yang mewakili area 38 negara di Afrika, Amerika, Asia, Eropa, India, Timur Tengah dan Kepulauan utara dan timur Australia.Â
Hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada 2015 itu, membantah studi sebelumnya yang menunjukkan anjing berasal dari wilayah Timur Tengah, Siberia dan Eropa.
Dalam menjalankan studinya, peneliti Cornell University menambil DNA dari anjing liar jalanan bukan anjing yang dipiara. Â
Peneliti kemudian menguji DNA sampel anjing tersebut untuk melihat sinyal di mana asal usul anjing yang paling kuat. Hasilnya menunjukkan ke wilayah Asia Tengah.Â
Salah satu peneliti alam riset tersebut, Adam Bayko, berpandangan hasil penelitian ini tidak kemudian mengakhiri perdebatan asal usul anjing di antara peneliti.
Sementara itu, peneliti studi lain, Robert Wayne, yang menyimpulkan asal usul anjing dari Eropa, tak mengakui kesimpulan Asia Tengah sebagai wilayah asal usul anjing.
Wayne merupakan peneliti Universitas Califronia, Los Angeles, AS yang menganalisa DNA kuno anjing pada 2013. Saat itu kesimpulannya mengerucut pada Eropa. Dalam tanggapannya melalui email, Wayne mempertanyakan bahan genetik anjing modern untuk melacak asal usul masa lalu anjing yang digunakan Boyko dan timnya.