Hanya 1 dari 10 Orang Paham Cara Kerja Uang Kripto

Bursa kripto.
Sumber :
  • Freepik

VIVA – Sebagai tren yang benar-benar baru dalam dunia keuangan, mata uang kripto menjadi perbincangan sejumlah kalangan belakangan ini. Akan tetapi, pemahaman tentang mata uang digital masih belum menjangkau publik dalam skala luas.

img_title Teknologi Wireless Baru Mulai Dilirik Audio Profesional Tanah Air

Survei terbaru Kaspersky menemukan bahwa kurangnya pemahaman dan kepercayaan menghambat konsumen untuk menggunakan mata uang kripto (cryptocurrency). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam keterangan pers, Selasa, 9 Juli 2019, laporan Kaspersky, Uncharted territory: why consumers are still wary about adopting cryptocurrency’, mengungkap bahwa sebanyak 29 persen orang memiliki pengetahuan tentang mata uang kripto dan terdapat banyak permintaan untuk menggunakan teknologi tersebut, namun hanya sepuluh persen yang memahami cara kerja sepenuhnya. 

img_title Jangan Langsung Main, Ini yang Harus Dicek Setelah Membeli Akun Mobile Legends dari Orang Lain

Tingkat pengadopsian mata uang kripto oleh konsumen global sekarang sedang mengalami perlambatan, meskipun selebriti seperti Johnny Depp dan influencer YouTube seperti PewDiePie merangkul teknologi tersebut. 

Banyak konsumen masih kurang memiliki pemahaman yang tepat tentang bagaimana mata uang kripto bekerja dan berakibat adopsi arus utama (mainstream) ini semakin tersendat. 

img_title Jadi Strategi dan Standar Ketahanan Bisnis Era Global, Pertimbangan Risiko Iklim Dinilai Sangat Penting

Sampai saat ini, empat dari lima orang (81 persen) tidak pernah membeli criptocurrency, seiring dengan kami melakukan observasi seberapa jauh mata uang tersebut diterima sebagai bentuk pembayaran atau investasi yang umum.

Bitcoin dan mata uang kripto lainnya dibangun di atas teknologi bernama Blockchain.

Survei Kaspersky menemukan bahwa terdapat keinginan di antara banyak konsumen untuk menggunakan mata uang kripto, tetapi kesenjangan pengetahuan menghalangi mereka dalam mengambil risiko. 

Selain itu, banyak orang berpikir mereka sudah tahu dengan apa yang mereka hadapi, kemudian selanjutnya memutuskan untuk tidak menggunakan mata uang kripto. Hampir seperlima (18 persen) berhenti menggunakannya karena terlalu rumit secara teknis.

Kurangnya pemahaman ini dapat menyebabkan ketidakpercayaan akan kemampuan mata uang kripto dalam menjaga uang konsumen tetap aman. Sebagai contoh, hampir sepertiga (31 persen) responden mempercayai mata uang kripto cukup fluktuatif dan mereka membutuhkan kestabilan sebelum siap untuk menggunakannya.

Ada juga persepsi umum di antara konsumen yang mengatakan bahwa mata uang kripto tidak akan bertahan selamanya. Sepertiga (35 persen) percaya bahwa mata uang kripto adalah tren yang tidak cukup menarik untuk dipertimbangkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi cryptocurrency.

Sementara besarnya minat mata uang kripto mungkin sudah memuncak, masih ada permintaan untuk menggunakan teknologi tersebut. Hampir setiap keenam (14 persen) dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa mereka belum menggunakan mata uang kripto saat ini, namun ingin menggunakannya di masa depan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut