Vaksin Sinovac Dipertanyakan, Bagaimana yang Lainnya?

Ilustrasi vaksin.
Sumber :
  • Freepik/wirestock

VIVA – Uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac yang dilakukan oleh Bio Farma dan Universitas Padjajaran Bandung, menjadi sorotan masyarakat dan media.

img_title Bintang Timnas Swiss Granit Xhaka Akui Beli Sertifikat COVID Palsu: Saya Tidak Percaya Vaksin

Banyak masyarakat Indonesia yang ragu akan vaksin produksi China tersebut, karena belum diketahui berapa persen efektivitasnya. Sementara, ada tiga jenis vaksin lain yang diklaim sudah siap edar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari Aljazeera, Selasa 22 Desember 2020, vaksin yang dimaksud adalah Pfizer-BioNtech asal Jerman dengan efektivitas 95 persen, Moderna-NIAID asal Amerika Serikat dengan efektivitas 94,1 persen dan Sputnik V asal Rusia dengan efektivitas 91,4 persen.

img_title Bio Farma Umumkan Vaksin Rotavirus Neonatal Bio-RV Raih Izin Edar BPOM, Simak Khasiatnya

Soal lama perlindungan, ilmuwan Rusia yang menciptakan Sputnik V mengklaim bahwa perlindungan dan kekebalan yang diberikan bisa mencapai dua tahun. Sementara, vaksin lainnya hanya bisa bertahan kurang dari enam bulan.

Jika dilihat dari sisi harga, vaksin buatan Pfizer-BioNtech harga dasarnya Rp282 ribu, sementara Moderna Rp523 ribu dan Sputnik V Rp141 ribu.

img_title Ancaman Pandemi Baru Mengintai, Indonesia Mulai Uji Skenario Vaksin 100 Hari

Negara yang tertarik menggunakan vaksin Pfizer-BioNtech yakni Kanada, Swiss, Malaysia, dan Inggris. Sedangkan, Sputnik V sudah dipesan oleh Brasil, Mesir, India, Meksiko, Nepal, Uzbekistan, serta Vietnam.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva menyebut telah mendaftarkan vaksin COVID-19 Sputnik V ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia berharap, vaksin tersebut dapat segera digunakan negara mitra Rusia untuk mengatasi pandemi, termasuk Indonesia.

"Saya ingin menegaskan kembali, bahwa Rusia siap untuk bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam mengatasi pandemi di Indonesia," ujarnya.

Ilustrasi Flu Burung

Flu Burung Pernah Mewabah di Indonesia, Begini Cara Pemerintah Menekan Penyebarannya

Flu burung atau avian influenza (AI) pernah menjadi salah satu penyakit yang mendapat perhatian serius di Indonesia. Wabah penyakit tersebut pertama kali terjadi 2003.

img_title
VIVA.co.id
25 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut