Rusia 'Say Goodbye' kepada Amerika

Hubungan Rusia dan AS.
Sumber :
  • Newsweek

VIVA – Rusia memutuskan untuk pisah dengan Amerika Serikat (AS) dan hengkang dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Karena, negara yang dahulu bernama Uni Soviet itu akan meluncurkan stasiun luar angkasa sendiri pada 2025.

img_title Tawarkan Ratusan Blok Migas, Indonesia Ajak Investor Rusia Ikut Proses Lelang

Kepala Badan Antariksa Rusia atau Roscosmos, Dmitry Rogozin, mengatakan bahwa pekerjaan pada modul pertama stasiun luar angkasa barunya telah dimulai, setelah para pejabat mengisyaratkan kalau Rusia sedang mempertimbangkan matang-matang untuk menarik diri dari ISS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan ini diungkapkan pada Senin, 19 April kemarin, tapi belum sampai tahap resmi. "Ketika kami membuat keputusan maka kami akan memulai negosiasi dengan mitra kami mengenai bentuk dan kondisi kerja sama setelah tahun 2024," kata Rogozin, seperti dikutip dari situs Deutsche Welle, Rabu, 21 April 2021.

img_title Robot Canggih Ini bikin ART Terancam

Rencana peluncuran stasiun luar angkasa ini diumumkan di tengah meningkatnya ketegangan yang disebabkan tuduhan spionase, peningkatan pasukan Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina, dan kesehatan tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny yang memburuk.

"Modul inti pertama dari stasiun luar angkasa Rusia yang baru sedang dikerjakan oleh Energia. Mudah-mudahan siap meluncur 4 tahun lagi," ungkapnya. Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) diluncurkan pada 1998 dengan melibatkan Rusia, AS, Kanada, Jepang, dan Badan Antariksa Eropa (ESA).

img_title Warga Depok Masuk Daftar 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, Imigrasi Bongkar Pengakuannya Saat Urus Paspor

ISS merupakan salah satu kolaborasi internasional paling ambisius dalam sejarah manusia. Rusia diketahui sempat kehilangan monopoli untuk penerbangan berawak ke ISS pada tahun lalu setelah misi pertama perusahaan teknologi milik Elon Musk, Space X, sukses dijalankan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlepas dari pengalaman masa lalu, Rogozin mengumumkan serangkaian rencana ambisius, meski banyak analis menilai Presiden Rusia Vladimir Putin lebih tertarik memodernisasi teknologi militer dibanding eksplorasi ruang angkasa.
Sebelumnya, ketika masih bernama Uni Soviet, Rusia memiliki stasiun luar angkasa bernama Mir yang berdiri pada 20 Februari 1986. Mir menempati orbit setinggi 400 km di atas permukaan Bumi. Semula Mir hanya direncanakan menghuni orbit 5 tahun saja. Namun praktiknya mampu bertahan hingga 15 tahun sampai purnatugas pada 23 Maret 2001.

Pada saat pembangunannya, dunia sedang berada dalam puncak Perang Dingin. Sementara AS membekukan kegiatan antariksa akibat meledaknya pesawat ulang alik Challenger pada 28 Januari tahun yang sama yang menewaskan 7 awak.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Bahlil Janji Realisasikan Kerja Sama Energi RI-Rusia hingga Manfaatnya Dirasakan Masyarakat

Bahlil mengaku Presiden Prabowo telah mengarahkan agar tindak lanjut kesepakatan RI-Rusia itu, harus bisa hasilkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut