Siap-siap Menyambut Teleskop Sapu Jagat

Teleskop James Webb.
Sumber :
  • Medium

VIVA – Teleskop Luar Angkasa James Webb akan mulai beroperasi akhir 2021. Dengan teleskop ini orang akan bisa merekonstruksi apa yang terjadi miliaran tahun silam. Teleskop James Webb diklaim mampu melihat lebih jauh ke angkasa dibanding Hubble.

img_title Awan Pasir dan Batu Permata Ditemukan di Planet Alien

Cermin dinginnya berdiameter 6,5 meter dan terdiri dari 18 segemen yang dilapisi emas sangat tipis. Pakar astrofisika Dominika Wylezalek beserta timnya dari Institut Astrofisika Universitas Heidelberg di Jerman menjadi salah seorang yang pertama akan mengadakan penelitian dengan teleskop ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: WhatsApp Lagi Siapkan Tameng Pelindung untuk Pengguna

img_title Planet Kontroversial Ditemukan

Mereka segera akan memulai penelitian setelah teleskop baru itu mulai beroperasi. "Kalau mendalami astronomi, orang makin sadar bahwa apa yang kita lihat di langit dengan mata telanjang hanya bagian kecil saja dari apa yang ada di angkasa. Bulu kuduk saya berdiri setiap kali saya menyadarinya," kata dia, seperti dikutip dari situs Deutsche Welle, Senin, 17 Mei 2021.

Wylezalek tertarik tentang lubang hitam (black hole) yang ada di pusat semua galaksi. Jika lubang hitam melahap materi, setelahnya pasti melepas angin radiasi yang kuat. Angin ini bisa mendorong pembentukan bintang-bintang di galaksi atau menghentikannya. Di bidang astrofika orang meneliti apa kaitan lubang hitam dengan galaksi.

img_title Astronom Akhirnya Tahu Jadwal dan Makanan Kesukaan Lubang Hitam

"Kalau melihat perbedaan ukuran antara lubang hitam yang bermassa besar, dengan galaksi tempat ia berada, perbedaan ukurannya sangat besar," jelasnya. Seperti membandingkan uang koin dengan Bulan. Dalam fase pertumbuhannya, lubang hitam punya pengaruh sangat besar atas seluruh galaksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itulah yang ingin diketahui pakar astrofisika," papar Wylezalek. Teleskop baru James Webb akan membantu penelitian galaksi-galaksi, dan bisa memandang ke masa lalu sejauh 12 miliar tahun cahaya, ketika lubang hitam masih melahap lebih banyak lagi materi, dan menyebabkan angin radiasi lebih kencang lagi.

Bagaimana dampaknya atas lingkungan sekitarnya, akan dapat dilihat dari data-data yang dikumpulkan dengan bantuan teleskop. Dominika Wylezalek menjelaskan jika hal itu bukan data-data dua dimensi, dan bukan potongan gambar langit. Melainkan data tiga dimensi. Artinya, di balik setiap piksel terdapat spektrum waktu tertentu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut