2 Negara Muslim juga Berambisi Main di Luar Angkasa

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Pemimpin UEA Sheikh Mohammed bin Zayed.
Sumber :
  • Financial Times

VIVA – Eksplorasi luar angkasa kini bukan monopoli Amerika Serikat (AS), Rusia, China, dan Eropa saja. Negara-negara Muslim sudah menunjukkan eksistensinya. Hal ini dibuktikan oleh Uni Emirat Arab (UEA) yang sukses mengirim Hope Probe atau Misbar al-Amal ke Mars pada Februari 2021.

img_title Mengenal Kahvalti, Tradisi Sarapan Turki yang Bikin Orang Betah Berlama-lama di Meja Makan

Tak pelak, UEA menjadi negara Muslim pertama yang sukses menginjakkan kaki di Planet Merah. Pengiriman ini juga menjadikan mereka sebagai negara kelima yang mencapai Mars. Empat negara lainnya yaitu AS, Rusia, India, serta Eropa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hope dengan tiga instrumen ilmiahnya diharapkan dapat membuat potret lengkap pertama dari atmosfer Mars. Instrumen akan mengumpulkan berbagai titik data di atmosfer serta mengukur perubahan musiman dan harian di planet tetangga Bumi tersebut.

img_title Pasar Industri Kecantikan UEA Capai US$14,8 Miliar, Ini Peluang Bisnis bagi RI

Mengutip dari situs Arabian Business, Selasa, 22 Juni 2021, misi itu saat ini siap untuk mulai mengumpulkan data dari Mars setelah berhasil menyelesaikan latihan dan memastikan instrumen berfungsi dengan baik.

Photo :
  • SciTechDaily

img_title Co-pilot Serang Pilot Flydubai dengan Kapak, Diduga Berupaya Lakukan Aksi Teror

Hope Probe akan mempelajari atmosfer Mars, hubungan antara lapisan atas dan lapisan bawah. Ini juga akan menjadi pertama kalinya para ilmuwan secara global memiliki akses penuh ke pandangan holistik atmosfer Mars pada waktu yang berbeda dalam sehari serta di perbedaan musim.

"Kami dengan bangga melaporkan bahwa Hope Probe berada pada posisi yang sempurna untuk memulai misi sains di Mars selama dua tahun,” kata Manajer Proyek Badan Antariksa Uni Emirat Arab untuk Misi ke Mars, Omran Sharaf.

Selain UEA, negara Muslim kedua yang berambisi ke luar angkasa adalah Turki, di mana mereka siap mengirim robot penjelajah ke Bulan menggunakan mesin roket buatan dalam negeri. Pengalaman pertama penerbangan roket akan didapatkan pada misi uji coba di 2023.

Perintah ini datang dari Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang memerintahkan Kepala Badan Antariksa Turki Serdar Huseyin Yildirim, untuk membahas rincian program luar angkasanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Menurut dia, robot penjelajah rencananya akan diluncurkan serta mendarat dengan lembut di Bulan antara 2028 atau 2029. Setelah itu, data ilmiah kemudian dikumpulkan untuk dibawa dan diteliti ke Bumi, seperti dilansir dari situs Live Science.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut