'Emas Cair' Calon Kuat Pengganti Pupuk

Ilustrasi urine.
Ilustrasi urine.
Sumber :
  • Pixabay/ frolicsomepl

VIVA – Semua mata dunia tertuju pada sistem pangan ketika perang Rusia dan Ukraina semakin mendorong kenaikan harga pupuk. Para ilmuwan berpikir air kencing atau urine bisa menjadi solusi untuk membantu tanaman tumbuh dan memperkuat ketahanan pangan.

Orang-orang mungkin tidak menyangka Battleboro, sebuah kota di negara bagian Vermont, Amerika Serikat (AS), sebagai tuan rumah lomba pipis.

Setiap tahun, sekitar 200 peserta bersaing mengumpulkan urine paling banyak untuk memenangkan piala. Dan, yang lebih penting, untuk menyuburkan tanaman.

Turnamen ini diselenggarakan oleh Rich Earth Institute, sebuah organisasi nirlaba lokal yang mempasteurisasi urine yang disumbangkan dan memasoknya ke pertanian untuk digunakan sebagai pengganti pupuk sintetis.

Urine mengandung nitrogen, fosfor, kalium, dan mikronutrien, yang semuanya bisa membantu tanaman tumbuh.

Untuk mendukung program itu, lembaga tersebut memasang toilet khusus di sebagian besar rumah para sukarelawan, yang dapat memisahkan urine dari sumbernya, sehingga nantinya dapat dipompa keluar dan diangkut ke tempat yang dibutuhkan.

"(Para sukarelawan) sangat bangga dengan apa yang mereka lakukan. Mereka melihatnya sebagai cara lain untuk mendaur ulang," ujar Direktur Penelitian Rich Earth Institute, Abraham Noe-Hays, seperti dikutip dari situs Deutsche Welle, Senin, 16 Mei 2022.