Mencari Sidik Jari di Galaksi Bima Sakti
- ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Mengamati jangkauan terluas
Banyak teleskop ruang angkasa mengamati jangkauan yang sudah ditetapkan. Tetapi Gaia memiliki salah satu cakupan terluas pengamatan antariksa. Gaia berada di orbitnya sekitar 1,5 juta kilometer dari Bumi, dalam apa yang disebut "arah anti-Matahari".
Teleskop ini mengorbit matahari bersama-sama dengan Bumi, sambil memalingkan muka dari matahari. Ia melakukan rotasi dengan sudut 45 derajat dan berputar di sekitar sumbu vertikalnya sendiri setiap enam jam. Itu memberi Gaia salah satu bidang penglihatan terluas yang dimiliki astronom untuk mengkaji Bima Sakti.
Pusat atau jantung Galaksi Bima Sakti.
- www.ska.ac.za
Melihat bintang tercepat
Gaia dapat mengamati galaksi dalam enam dimensi ruang dan kecepatan. Ini memungkinkan para astronom untuk melacak kecepatan sekitar 33 juta bintang dan mendeteksi apakah mereka bergerak mendekat atau menjauh dari Tata Surya.
Informasi yang dihimpun Gaia membantu para peneliti mengamati formasi bintang. Manajer Misi Gaia, Uwe Lammers, mengatakan kepada DW, informasi ini dapat memberikan pemahaman baru tentang pembentukan dan sejarah Matahari dan Tata Surya itu sendiri.
Gempa bintang
Bagaimana Anda mengetahui apakah ada gempa di bintang-bintang? Nah, Gaia dapat mengamati turbulensi seperti tsunami di permukaan Matahari untuk mengidentifikasi apa yang disebut gempa bintang.
Gempa ini diamati melalui "kedipan" bintang dan riak gelombang yang dilepaskan saat gempa terjadi dan kemudian diubah menjadi suara. Mempelajari tentang getaran bintang ini, telah membantu para astronom lebih memahami apa yang terjadi di dalam bintang. Ini memberi kita gambaran tentang usia dan ukuran bintang.
Lubang hitam
Lubang hitam.
- Durham University
Gaia mengamati sistem bintang biner di Galaksi Bima Sakti. Sistem biner dapat mencakup pasangan bintang atau bintang dan lubang hitam serta bintang dan planet yang saing mengorbit satu sama lain.
Melihat hal-hal tersebut dapat memungkinkan peneliti untuk menghitung massa bintang atau lubang hitam. Lubang hitam mengajarkan kita banyak tentang hukum alam.
Dalam rilis data berikutnya dari Gaia, para ilmuwan berharap dapat melihat detail lebih dari 20 ribu exoplanet raksasa. Ini akan diperoleh dengan mengukur efek gravitasi mereka pada pergerakan bintang induknya. Mempelajari fenomena itu, akan memberi kita kejelasan yang lebih baik lagi tentang pembentukan tumbuhan di Tata Surya.