Laris Manis Drone di Perang Rusia-Ukraina

Drone buatan Atlas Aerospace.
Sumber :
  • @tolchinsky_ivan / Twitter

VIVA Tekno – Pesawat mini nirawak atau drone meraup untung dari perang Rusia-Ukraina. Sebab, makin banyak drone yang dikerahkan dalam perang dua negara di Eropa Timur tersebut.

img_title Drone Berpeledak Serang Fasilitas Militer Kolombia, Tiga Tentara Gugur

Drone ini dibuat di banyak negara, selain Turki juga di Latvia, dan permintaannya pun terus meningkat. Para produsen drone militer sekarang sedang kebanjiran pesanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pesawat nirawak itu dengan berbagai ukuran semakin sering dikerahkan di kawasan konflik. Angkatan Bersenjata Ukraina misalnya. Mereka menggunakan drone buatan Turki, tapi ada banyak juga drone buatan negara lain.

img_title Rudal Balistik Houthi Sasar Makkah dan Madinah, Serpihannya Jatuh di Jeddah

Siapa pun yang masuk ke gedung pabrik Atlas Aerospace harus melalui cek ketat. Ada pemindaian sidik jari, rambut harus ditutup penutup kepala khusus, dan harus mengenakan pembungkus sepatu. Bahkan udara di ruang produksi disaring.

Tak heran, karena produksi drone membutuhkan lingkungan dan kondisi yang higienis. Perusahaan ini ada di Riga, ibu kota Latvia.

img_title Dive Master Korban Tenggelamnya KM Feronia di Labuan Bajo Belum Ditemukan, Polisi Kerahkan Sonar-Drone

Sejak perang Rusia-Ukraina, permintaan untuk drone militer melonjak.

Direktur Atlas Aerospace Ivan Tolchinsky.

Photo :
  • @tolchinsky_ivan / Twitter

"Dulu saya sudah senang kalau bisa menjual 10 drone per bulan. Sekarang kami menjual sampai 700 drone dalam satu bulan. Permintaannya bahkan lebih tinggi lagi," kata Direktur Atlas Aerospace Ivan Tolchinsky, seperti dikutip dari situs Deutsche Welle, Minggu, 17 Juli 2022.

Pria berusia 36 tahun itu lahir di Ukraina, tapi tumbuh hingga dewasa di Israel. Ivan pernah bertempur untuk Israel dalam perang Lebanon di unit pasukan khusus.

Setelah itu, dirinya belajar teknologi penerbangan dan antariksa. Ia lalu membangun perusahaannya di Latvia, karena produksi drone di Israel jauh lebih sulit.

Atlas Aerospace membuat drone ukuran kecil yang bisa dilipat dan dimasukkan ke dalam ransel. Tadinya drone biasa saja untuk dijual ke publik. Namun, akhirnya perusahaan fokus pada pasar peralatan militer.

Drone Atlas Aerospace diproduksi sesuai standard NATO. Pelanggan besarnya sebelum perang Rusia-Ukraina adalah militer Belanda. Tapi, sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari lalu, Atlas Aerospace hanya menjual drone untuk digunakan di negara pecahan Uni Soviet itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Live dari medan perang

Drone Atlas Aerospace populer di kalangan pasukan khusus. Dengan drone itu, komandan di markas besar bisa memantau secara live situasi dan kondisi di medan pertempuran, bahkan juga di malam hari.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut