Cerita Panjang Lahirnya Fitur Sidik Jari di Ponsel

Touch ID - fitur pemindai sidik jari pada iPhone 5S.
Touch ID - fitur pemindai sidik jari pada iPhone 5S.
Sumber :
  • cultofmac.com

VIVA Tekno – Metode pembuka ponsel melalui sidik jari sudah tidak asing lagi. Tetapi, kehadiran fitur ini juga merupakan cerita panjang di bidang teknologi. Berikut kisahnya.

Pada awalnya, tepatnya pada akhir tahun 2000, Toshiba meluncurkan laptop dengan pembaca sidik jari, yang memungkinkan pengguna untuk membuka kunci perangkat mereka dengan aman melalui sentuhan jari, mengutip dari situs Gsmarena, Kamis, 11 Agustus 2022.

Ponsel pertama dengan pembaca sidik jari di dalamnya muncul pada saat yang bersamaan. Yakni, Sagem MC 959 ID, meskipun tampaknya Siemens telah lebih dulu melalui prototipe yang berfungsi pada awal 1998.

Kemudian, fitur ini dengan cepat diadopsi oleh beberapa PDA karena dilihat sebagai fitur untuk perangkat bisnis dan sejak saat itu, pembaca sidik jari pada perangkat seluler tetap ada, tetapi masih jarang. Hingga pada akhirnya, Apple mendorongnya ke arus utama.

Khususnya, pertama pada iPhone 5s yang diluncurkan pada tahun 2013 dengan fitur baru yang disebut "Touch ID". Sebagai fitur pembaca sidik jari yang terselip di tombol Home yang masih berada di bezel di bawah layar.

Awalnya, kehadiran fitur ini hanya digunakan sebagai alternatif yang lebih cepat untuk membuka kunci kode sandi.

Meskipun, Apple telah mempopulerkan pembaca sidik jari, tetapi pada tahun 2017 pada seri iPhone X, mereka mengganti Touch ID tersebut dengan Face ID yang memungkinkan pengguna untuk membuka kunci ponsel dengan wajah yang menggunakan sensor cahaya terstruktur untuk mendapatkan peta 3D wajah pengguna.

Hal ini juga mulai ditiru oleh Android, dimana mereka mulai bermain-main dengan ide-ide serupa, tetapi pembaca sidik jari terus berkuasa di sisi pembagian OS itu.

Pada awal tahun 2019, Samsung memperkenalkan seri Galaxy S10 yang merupakan yang pertama memiliki fitur pembaca sidik jari ultrasonik. Ini disebut-sebut lebih aman karena mereka bisa "melihat" jari Anda dalam 3D daripada 2D selayaknya pembaca optik.

Dari awal yang sederhana hingga fitur yang ada di mana-mana, dan saat ini fitur pembaca sidik jari telah mengalami perjalanan yang cukup panjang selama dua dekade terakhir. Menarik untuk ditunggu, bagaimana kelanjutannya nasib daripada fitur ini ke depannya.