8 Macam Gerhana yang Harus Diketahui, Ada Hibrida dan Bintang

Gerhana Matahari.
Sumber :
  • Istimewa

Di kedua sisi jalur ini, sejauh ribuan kilometer, gerhana bisa dilihat sebagian. Semakin jauh Anda dari jalur totalitas ini, semakin kecil bagian Matahari yang tertutupi Bulan.

img_title Masih Ingat Pierre Roland? Nasibnya Kini Bikin Kaget, Ternyata Sudah Jadi Pendeta di Makau

"Durasi Gerhana Matahari ini akan sangat bergantung "posisi Bumi terhadap Matahari, Bulan terhadap Bumi, dan bagian mana Bumi kejatuhan bayangan Bulan dan menjadi gelap. Secara teoritis, durasi terlama Gerhana Matahari bisa mencapai 7 menit dan 32 detik," tutur Beamin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengenai frekuensinya kejadiannya, ini tidak sejarang yang Anda bayangkan: gerhana matahari bisa terjadi setiap 18 bulan. Yang benar-benar langka adalah Gerhana Matahari Total yang terjadi di tempat yang sama. Peristiwa ini bisa terjadi setiap 375 tahun sekali. Gerhana Matahari Total akan terjadi pada April 2023.

img_title Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Waktu Melaksanakannya!

- Gerhana Cincin

Gerhana Matahari Cincin

Photo :
  • ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

img_title Durasi Gerhana Bulan Total 3 Maret di Indonesia: 5 Jam 41 Menit

Ketika Bulan lebih jauh dari Bumi, dan tampak 'lebih kecil', ini tidak sepenuhnya menutupi permukaan Matahari. Dengan demikian, nampak bentuk lingkaran luar dari Matahari di sekeliling Bulan, dan peristiwa ini disebut sebagai Gerhana Matahari Cincin.

Sama halnya seperti saat Gerhana Matahari Total, selama fenomena ini terdapat 'jalur anularitas' di mana gerhana dilihat sebagai cincin. Di setiap sisi jalur ini, pada gilirannya, terdapat wilayah yang terdampak.

Pada Oktober 2023, Gerhana Cincin akan bisa dilihat di Amerika Utara dan Selatan. Menurut NASA, gerhana jenis ini biasanya berlangsung paling lama, saat cincin itu muncul bisa berlangsung lebih dari sepuluh menit, tapi rata-rata berlangsung tidak lebih dari lima atau enam menit.

- Gerhana Hibrida

Beamín menjelaskan bahwa gerhana hibrida adalah fenomena yang terjadi "ketika Bulan berada pada jarak di mana ia bisa menutupi Matahari sepenuhnya, tapi pada pergerakannya, ia bergerak sedikit menjauh dari Bumi, dan berhenti menutupi Matahari, lalu berubah menjadi gerhana cincin."

"Gerhana ini bisa juga dimulai dari gerhana cincin, dan kemudian sedikit lebih mendekati menjadi gerhana total," tambah Beamín.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gerhana hibrida cukup langkah (terhitung hanya terjadi 4% dari seluruh gerhana matahari), menurut Instituto de Astrofísica de Canarias (IAC).

Data dari Nasa menyebutkan gerhana hibrida ini terakhir terjadi pada 2013, dan kita akan masih menunggu sampai 20 April 2023 untuk menyaksikannya kembali, hal ini bisa dilihat di Indonesia, Australia, dan Papua Nugini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut