Genghis Khan, Kaisar Mongol yang Makamnya Misterius
- Getty Images
Sekitar usia 9 tahun, dia dijodohkan dengan Borte, putri Dai Sechen yang berusia 10 tahun, pemimpin suku Jungirat. Pada suatu saat, ayah Temujin meninggal dunia (tampaknya diracun) dan kekuatan keluarga memudar karena banyak pengikut ayahnya meninggalkan mereka.
Ilustrasi Genghis Khan.
- Getty Images
Temujin, keluarganya, dan pengikut mereka yang tersisa terpaksa mencari nafkah di padang rumput marjinal, bersaing dengan pencuri dan saingan lama Yesugei yang ingin membunuh keluarganya.
Sekitar usia 14 tahun, dia membunuh saudara tirinya, Bekter menurut The Secret History of the Mongols. Ini mungkin karena perselisihan tentang sumber daya. Setelah beberapa tahun, Temujin menikahi Borte dan menjadi istri yang paling menonjol.
Pada 1200, dia dan temannya Toghrul melancarkan kampanye melawan Tatar, sebuah kelompok yang tinggal di bagian yang sekarang menjadi Mongolia dan China dan yang mereka kalahkan dua tahun kemudian.
"Tahun 1206, Temujin telah menaklukkan sebagian besar Mongolia, dan suku-suku yang tersisa terpaksa mengakuinya sebagai pemimpin mereka. Dia mengambil nama Genghis Khan, yang memiliki beberapa terjemahan berbeda, salah satunya adalah penguasa samudra," tulis Roux.
Genghis Khan kemudian meluncurkan kampanye yang sukses melawan Dinasti Jin, merebut China utara. Catatan sejarah menunjukkan bahwa pada 1234, populasi China utara turun dua pertiga karena perang, menurut laman Live Science, Rabu, 25 Januari 2023.
Patung publik monumental Genghis Khan.
- Getty Images
Dia kemudian mengalihkan perhatiannya ke Barat, bergerak lebih dalam ke Asia Tengah. Pada 1219, Khan meluncurkan kampanye sukses melawan Shah Khwarezm (berbasis di Iran modern) yang kerajaannya tengah mengalami perselisihan internal.
"Begitu dia menaklukkan wilayah di luar Mongolia, dia melembagakan struktur administrasi yang lebih canggih dan sistem perpajakan yang teratur," kata Morris Rossabi, seorang asisten profesor di Departemen Bahasa dan Budaya Asia Timur di Universitas Columbia, dalam buku 'Genghis Khan and the Mongol Empire (University of Washington Press, 2009).
Genghis Khan meninggal dunia pada 1227 di tengah kampanye melawan orang-orang Tangut. Makamnya tidak pernah ditemukan dan teks yang ditulis selama hidupnya hampir tidak menyebutkan lokasinya.
Setelah kematiannya, putranya Ogedai (dieja Ogedei atau Ogodei) memerintah bangsa Mongol sampai dirinya meninggal dunia pada 1241. Pada akhirnya, Kekaisaran Mongol tidak bisa bersatu, jatuh ke dalam perang saudara setelah kematian Mongke Khan, cucu dari Genghis Khan.