Ujung Bumi Menurut Ilmuwan
- NASA
VIVA Tekno – Ketika sebuah pesawat ruang angkasa meledak dari permukaan Bumi, itu akhirnya keluar dari wilayah udara Bumi dan memasuki luar angkasa. Batas antara Bumi dan luar angkasa itu sendiri sebenarnya yang menjadi perdebatan.
Banyak ahli mengutip garis Karman sebagai tepi ruang angkasa atau ujung Bumi, merupakan batas ketinggian yang tidak dapat dilalui oleh pesawat konvensional. Garis itu sering ditempatkan kira-kira 62 mil di atas permukaan planet kita.
Garis Karman memiliki banyak kegunaan, tetapi keakuratan ilmiahnya maskh dipertanyakan. Menetapkan nilai yang tepat ke tepi ruang agkasa sama sekali tidak mudah, menurut situs Popular Science, Selasa, 14 Februari 2023.
“Dalam sains, batasan yang kita buat tidak persis ada di alam. Ada batas di mana beberapa kuantitas berubah dengan sangat cepat dalam jarak pendek dan itu benar di tepi atmosfer ini," kata astrofisikawan di Center for Astrophysics | Harvard & Smithsonian, Jonathan McDowell.
Lebih lanjut dia mengatakan batas antara ruang angkasa dan planet kita adalah keputusan manusia yang tidak dipaksakan oleh fisika. Perdebatan ini juga melibatkan status 'astronot' bagi pelancong yang ke luar angkasa.
Bumi dan Matahari yang dilihat dari luar angkasa.
- Getty Images
Lalu lintas udara biasanya diatur di tingkat nasional, dengan negara-negara yang mengendalikan wilayah udara di atas tanah mereka. Terbang terlalu rendah, misalnya, berpotensi memicu konflik internasional secara tidak sengaja.
Tapi ruang angkasa pada dasarnya bersifat global menurut McDowell. Berbagai perjanjian internasional berlaku untuk luar angkasa karena semakin banyak negara yang meluncurkan satelit, dan perusahaan penerbangan luar angkasa swasta membangun industri pariwisata luar angkasa suborbital, mendefinisikan perbedaan antara wilayah udara Bumi dan luar angkasa menjadi semakin penting.Â
Garis Karman didasarkan pada fisika, yang menggambarkan bagaimana karakteristik atmosfer Bumi pada ketinggian yang berbeda memengaruhi kemampuan pesawat untuk terbang.Â
Pesawat tetap mengudara sebagian besar dari daya angkat yang dihasilkan oleh sayap mereka terhadap ketebalan atmosfer Bumi. Tapi saat atmosfer kita naik di ketinggian, itu menipis.Â
Pada titik tertentu, udaranya terlalu tipis untuk pesawat tradisional, dan pesawat apa pun di atas ketinggian itu membutuhkan sistem propulsi, seperti roket agar tetap tinggi. Perbedaan itu adalah garis Karman.