Ternyata Bumi Pernah Miliki Waktu Sehari Hanya 19 Jam

Ilustrasi bumi
Sumber :
  • Pixabay/Steven Goddard

Jakarta – Studi baru menunjukkan pada masa lalu, Bumi memiliki durasi waktu yang lebih pendek dibandingkan dengan saat ini, yakni 19 jam sehari.

img_title Dunia Kerja Makin Menantang, Kesehatan Mental Karyawan Jadi Isu Penting

Dilansir dari penelitian di Nature Geoscience Senin, 26 Juni 2023, sekitar 2 miliar hingga 1 miliar tahun yang lalu, satu hari penuh berlangsung lima jam lebih cepat daripada waktu sekarang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Virus Misterius Tewaskan Peneliti di Rusia, Akankah Bisa Jadi Wabah Baru?

Ilustrasi Bumi dan Bulan.

Photo :
  • www.pixabay.com/

Peneliti mengungkapkan, hal tersebut disebabkan karena jarak Bulan dengan Bumi yang sangat dekat. Sejak saat itu, hari-hari di Bumi terus menjadi lebih panjang karena Bulan menjauh dari planet Bumi dan memperlambat rotasi Bumi.

img_title Video Penampakan Diduga Bahtera Nabi Nuh yang Ditemukan di Turki

"Seiring berjalannya waktu, Bulan telah mencuri energi rotasi Bumi untuk mendorongnya ke orbit yang lebih tinggi dan lebih jauh dari Bumi," ujar penulis utama studi Ross Mitchell, seorang ahli geofisika di Institut Geologi dan Geofisika Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok dilansir dari Live Science.

Bagaimana peneliti mengukur panjang hari purba? Hasil studi tersebut mengatakan, pada pertengahan era Proterozoikum, Bulan secara konsisten melayang pada jarak tertentu dari Bumi, mengulur panjang hari sekitar 19 jam selama 1 miliar tahun sebelum akhirnya mulai menjadi lebih panjang atau lama.

Para ilmuwan menyebut periode ini sebagai "boring billion" karena relatif stabilnya aktivitas tektonik Bumi, iklim yang stabil, dan evolusi biologis yang lebih lambat. Untuk penelitian mereka, para peneliti memanfaatkan metode geologi yang relatif baru untuk mengukur panjang hari secara historis yang dikenal sebagai siklostratigrafi.

Teknik ini berfokus pada variasi endapan sedimen batuan. Siklostratigrafi membantu para peneliti mengidentifikasi "siklus Milankovitch", perubahan orbit dan rotasi Bumi yang memengaruhi iklim planet ini.

Menganalisis banyak catatan siklostratigrafi tentang siklus Milankovitch memungkinkan para peneliti mengintip ke masa lalu dan menentukan mengapa Bulan melekat erat pada Bumi selama periode ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyebab durasi waktu Bumi semakin panjang  Dalam penelitiannya tersebut, mereka menemukan jawaban mengapa saat ini Bumi memiliki durasi waktu lebih panjang dibandingkan satu miliar tahun lalu, kemungkinan besar terkait dengan pasang surut yang memengaruhi rotasi planet.

Tarikan gravitasi dari Bulan mengendalikan pasang surut air laut di Bumi, sehingga memperlambat rotasi planet. Namun, Matahari juga memberikan tarikan gravitasi dalam bentuk pasang surut atmosfer Matahari yang terjadi ketika sinar Matahari memanaskan permukaan Bumi dan mempercepat rotasi planet.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut