Perkawinan Terbesar Menjelang Akhir 2024
- Dok. Telkomsel
Hingga akhir September 2024, XL Axiata memiliki jumlah pelanggan 58,6 juta dengan ARPU Rp43 ribu, sementara Smartfren 35,9 juta, sehingga gabungan keduanya menjadi 94,5 juta pelanggan.
Soal spektrum, Telkomsel masih menjadi operator telekomunikasi paling agresif.Kini, anak usaha TelkomGroup tersebut memiliki spektrum frekuensi cukup besar, yaitu 15 MHz di pita frekuensi 900 MHz, 22,5 MHz di pita frekuensi 1.800 MHz, 20 MHz di pita frekuensi 2.100 MHz, dan 50 MHz di pita frekuensi 2.300 MHz.
Untuk mencapai kecepatan internet 5G yang optimal, diperlukan lebar pita minimal 100 MHz.
Sedangkan, untuk XL Axiata, sampai saat ini menguasai spektrum sebesar 90 MHz, yang terbagi menjadi 30 MHz di frekuensi 2.100 MHz, 15 MHz di 900 MHz, dan 45 MHz di 1.800 MHz.
Sementara Smartfren mempunyai total spektrum 62 MHz yang terbagi menjadi 40 MHz di 2.300 Mhz dan 22 MHz di 850 MHz. Secara total, XLSmart punya total spektrum sebesar 152 MHz.
Begitu pula dengan jaringan, di mana Telkomsel punya 235 ribu lebih BTS dan 250 ribu kilometer kabel optik.
Sedangkan, XLSmart punya 210 ribu BTS dengan jaringan serat optiknya 100.710 kilometer, termasuk bawaan Moratelindo milik Smartfren.
Susunan dewan komisaris dan direksi dilakukan saat RUPSLB (rapat umum pemegang saham luar biasa) awal 2025, sekaligus meresmikan pengunduran diri Dian Siswarini sebagai Direktur Utama dan Kepala Eksekutif XL Axiata yang sudah 10 tahun menjabat.
Karena kepemilikan saham XLSmart berimbang, XL Axiata dan Smartfren sama-sama 34,8 persen dan sisanya 30,4 persen oleh publik, agak mustahil kalau dalam satu rumah ada dua penguasa. Satu di antaranya harus mayoritas kendati cuma beda 0,1 persen.