Cerita Alfred Wallace 'Terdampar' di Indonesia

Alfred Russel Wallace.
Sumber :
  • www.creationism.org

Pada Februari 1858, Wallace menderita demam tinggi, di mana kemungkinan besar ia terjangkit malaria di Desa Dodinga, Pulau Halmahera, Indonesia.

img_title Jangan Salah, Ini Bedanya Ventilator dan Respirator

Charles Darwin

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Charles Darwin.

img_title Kisah Sukses Pendiri Line: dari Karyawan Samsung hingga Jadi Miliarder

Saat itu, di kepalanya muncul gagasan tentang seleksi alam sebagai mekanisme perubahan evolusioner. Begitu kondisinya membaik, ia menulis sebuah esai rinci yang menjelaskan teorinya dan mengirimkannya bersama dengan surat pengantar kepada Charles Darwin.

Wallace meminta Darwin untuk menyampaikan esainya kepada Lyell. Darwin memberi tahu Wallace dalam sebuah surat bahwa Lyell telah menemukan makalahnya pada 1855.

img_title Kisah Batu Surga yang Pernah Mengunjungi Bumi

The Wallace Line

Alasan lain mengapa Wallace ingin Lyell membaca esainya adalah karena ini ditulis sebagai argumen melawan pandangan anti-evolusioner dalam buku Lyell, Principles of Geology.

Penemuan seleksi alam Wallace terjadi pada titik tengah Kepulauan Melayu. Pada akhir perjalanannya (dan sepanjang sisa hidupnya), ia terkenal dengan studinya tentang zoogeografi, termasuk penemuan dan deskripsi tentang diskontinuitas fauna yang sekarang menyandang namanya.

The Wallace Line membentang antara pulau Bali dan Lombok, Borneo dan Sulawesi, dan menemukan bahwa batas-batas Indonesia timur banyak spesies hewan Asia. Sebaliknya, batas-batas barat Indonesia banyak ditemukan hewan Australasia.

Wallace menghabiskan sisa hidupnya untuk mempertahankan dan mempopulerkan teori seleksi alam, serta mengerjakan beragam topik
yang berbeda.

Ia menulis lebih dari 1.000 artikel dan 22 buku, yang paling terkenal adalah The Malay Archipelago, The Geographical Distribution of Animals, Island Life and Darwinism.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallace meninggal dunia dalam tidurnya di Broadstone, Inggris, pada 7 November 1913. Tiga hari kemudian, ia dikuburkan di sebuah pemakaman umum di dekat rumahnya.

Pada 1 November 1915, sebuah medali untuk menghormati jasanya ditempatkan di Westminster Abbey, di samping monumen peringatan Darwin.

Koper bertenaga AL

Ilmuwan Ini Berhasil Ciptakan Koper Bertenaga Al, Permudah Tunanetra Navigasi Lingkungan

Koper AI tenaga canggih ini juga menawarkan umpan balik kepada para penggunanya, yakni tunantera baik melalui komponen percakapan bawaan, serta sensor haptik di pegangan.

img_title
VIVA.co.id
31 Januari 2023
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut