30 Persen Siswa Kelas I SD di Sumba Tengah Belum Bisa Menulis

Sejumlah siswa SD.
Sejumlah siswa SD.
Sumber :
  • VIVA/Fajar Sodiq

VIVA – Bupati Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Palus K Limu mengatakan sekitar 30 persen siswa/siswi sekolah dasar khususnya kelas I-III di daerah itu belum bisa membaca, menulis dan berhitung secara baik.

"Berdasarkan penelitian yang dilakukan beberapa lembaga menunjukkan bahwa sekitar 30 persen siswa SD kelas I, II dan III di Kabupaten Sumba Tengah belum bisa membaca dan menulis serta berhitung. Kondisi ini sangat memprihatinkan di daerah ini," kata Bupati Sumba Tengah, Paulus K Limu, Jumat.

Ia mengatakan hal itu dalam kegiatan temu INOVASI yang dilakukan secara daring dengan topik "menciptakan ruang untuk memulihkan pembelajaran siswa SD/MI dari dampak pandemi COVID-19" yang diselenggarakan Lembaga Inovasi Untuk Anak Indonesia (INOVASI).

Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah telah meluncurkan program wajib 3M yang diterapkan di seluruh lembaga pendidikan dasar guna mengatasi persoalan yang menimpa para siswa SD kelas I hingga kelas III yang mengalami kesulitan dalam membaca, menulis dan berhitung.

"Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mendapat dukungan dari lembaga INOVASI yang terus melakukan pendampingan dan pelatihan terhadap para guru dan siswa guna mengatasi kesulitan yang dihadapi para siswa/siswi yang belum bisa membaca, menulis dan berhitung," ujarnya.

Bupati Paulus K Limu mengapresiasi terhadap upaya lembaga INOVASI yang terus melakukan berbagai inovasi dalam membangun pemulihan pembangunan sektor pendidikan khususnya pada lembaga pendidikan dasar sehingga pembangunan sektor pendidikan di daerah itu mulai berkembang dengan pesat.

"Kami berharap program 3M yang mulai dilakukan sebelum pandemi COVID-19 bisa membuahkan hasil dengan semakin banyaknya siswa SD kelas I-III mampu membaca, menulis dan berhitung secara baik sehingga pembangunan sektor pendidikan di Sumba Tengah terus berkembang," tambahnya. (ant)