Semarak Hari Ayam dan Telur di IPB University

Ilustrasi unggas / ayam.
Ilustrasi unggas / ayam.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Himpunan Profesi (Himpro) Ornithologi dan Unggas, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University menyelenggarakan seminar daring SEMARAK 2021, beberapa waktu lalu. Seminar ini menghadirkan drh Kartikasari Handayani selaku Quality Assurance System Manager PT Ciomas Adisatwa JAPFA dan Prof Hardinsyah selaku Guru Besar Ilmu Gizi, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University sebagai narasumber.

Pembina Himpro Ornithologi dan Unggas, Prof drh Ekowati Handharyani, PhD APVET turut menghadiri acara ini. Ia menyampaikan bahwa untuk mendapatkan sumber protein dengan harga terjangkau, dapat ditemukan di telur dan daging ayam. Ia berharap target peningkatan konsumsi protein hewani dapat tercapai dan ini menjadi salah satu upaya dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat Indonesia. 

“Di samping itu, secara khusus kegiatan ini menjadi salah satu cara dalam pemecahan masalah atau kasus-kasus produksi perunggasan. Termasuk di dalamnya berisi bagaimana manajemen pengaturan lingkungan yang kondusif bagi ayam-ayam. Kemudian pencegahan penyakit, infrastruktur, dan sebagainya. Salah satu upaya yang dilakukan hari ini adalah dengan melalui webinar nasional dalam upaya menyambut hari ayam dan telur,” ujarnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKH IPB University Prof drh Ni Wayan Kurniani Karja mengatakan bahwa acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Semarak Hari Ayam dan Telur tahun 2021. 

“Seperti kita ketahui bahwa konsumsi dan asupan protein hewani sangat penting bagi pemenuhan gizi untuk mendukung kesehatan karena kecukupan gizi sangat mempengaruhi imunitas tubuh. Peserta webinar yang merupakan mahasiswa FKH dan kolega dokter hewan tentu menyadari benar bahwa profesi veteriner ataupun profesi dokter hewan itu memiliki peran dalam lini kesehatan masyarakat veteriner. Yakni dalam seluruh mata rantai proses yang menghasilkan pangan asal hewan termasuk daging, susu dan telur agar memenuhi persyaratan keamanan pangan, mutu pangan, dan gizi pangan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam paparannya, drh Kartikasari Handayani menjelaskan proses pemilihan daging ayam. Dimulai dari awal saat pemeriksaan di dalam Rumah Pemotongan Ayam (RPA). 

“Di RPA kita lakukan pengecekan oleh dokter hewan penanggung jawab (Antemortem dan post mortem), pemisahan area kotor dan area bersih, penerapan animal welfare atau kesejahteraan hewan, penerapan cold chain, post control, pengujian produk, air, serta kalibrasi alat yang digunakan ke laboratorium eksternal (KAN),” jelasnya.