Dukung Perbelajaran Tatap Muka, Gerakan Kembali Ke Sekolah Diluncurkan

Gerakan Kembali Ke Sekolah
Gerakan Kembali Ke Sekolah
Sumber :
  • ist

VIVA – Selama lebih dari satu tahun pandemi COVID-19, kegiatan sekolah berlangsung secara daring dan menimbulkan berbagai konsekuensi psikologis bukan hanya kepada anak-anak dan tenaga pengajar, namun juga kepada orang tua.

Bahkan efek jangka panjang menurut hasil riset Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menyatakan, tidak bersekolah secara tatap muka mengakibatkan anak kita akan berisiko kurang kompetitif saat menghadapi dunia kerja dan potensi pengurangan pendapatan hingga -3% seumur hidup.

Menilik dampak negatif dari ditutupnya sekolah, tercatat ada 175 negara di dunia yang telah membuka sekolah, baik sebagian maupun seluruhnya.  

Sejalan dengan berjalannya program vaksinasi nasional kepada tenaga pengajar dan untuk meminimalkan learning loss serta dampak psikologis yang bisa berakibat permanen.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) telah memulai kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan persyaratan khusus.

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan Nusantics secara daring pada 25 November 2021, sebagai keynote speaker Gita Wirjawan menyampaikan beberapa pandangannya.

“Pada situasi penuh tantangan saat ini, kebijakan PTM harus didukung untuk menyiapkan generasi muda untuk kepentingan jangka panjang. Namun harus tetap dilakukan dengan prinsip kepekaan, kehati-hatian, dan juga penuh kebijaksanaan dari berbagai pihak, mengingat kondisi setiap wilayah khususnya di kota besar dan kecil sangat berbeda,” ungkap Gita Wirjawan.