Belajar Itu Harus Menyenangkan

Ilustrasi belajar itu harus menyenangkan.
Sumber :
  • vstory

VIVA – Psikolog anak dan remaja dari PION Clinician Katarina Ira Puspita, S.Psi., M.Psi mengatakan proses belajar harus menyenangkan dan tidak kaku agar anak-anak peserta didik mampu menyerap pelajaran dengan maksimal.

img_title Waka Komisi X DPR Usul Pembangunan Sekolah Darurat di NTT: Agar Proses Belajar Tetap Berjalan

Dalam buku "Research-Based Strategies to Ignite Student Learning: Insights from a Neurologist and Classroom Teacher", seorang neurolog Judy Willis menunjukkan bagaimana pengalaman menyenangkan meningkatkan kadar dopamin, endorfin, dan oksigen pada otak anak, kata Katarina dalam siaran persnya, Rabu (8/12) .

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kadar dopamin yang meningkat akan menambah motivasi dan semangat, kadar endorfin yang meningkat bisa menurunkan tingkat stres, dan kadar oksigen yang meningkat bisa memperlancar kerja otak.

img_title 3 Aplikasi AI yang Memudahkan untuk Pelajaran Sekolah 2026: Solusi Cerdas Mengatur Jadwal, Tugas, dan Catatan

Salah satu tantangan terbesar orang tua dan guru dalam hal mendidik anak adalah memastikan anak tetap termotivasi dan mampu memahami materi yang sedang diajarkan.

Sejak pandemi COVID-19, tantangan tersebut menjadi semakin berat karena proses belajar mengajar yang kehilangan sebagian unsur sosialnya.

img_title Prabowo: Kita Alami Penjajahan Lama, tapi Kita Manfaatkan Masa Itu untuk Belajar

Sebuah survei yang dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun lalu menunjukkan bahwa sekitar 76,7 persen siswa mengaku tidak senang dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dan 81,8 persen mengaku proses tersebut menekankan pada pemberian tugas, bukan pada diskusi.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Agustus 2021 lalu juga menjelaskan bahwa dalam implementasi PJJ yang sukses banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti waktu pembelajaran yang fleksibel, presentasi guru yang terbatas interaksinya dan monoton, dan kebingungan siswa atas sistem PJJ yang kian berubah.

Beberapa hal ini akan berpengaruh pada menurunnya motivasi belajar siswa, dan pada akhirnya menyebabkan learning loss atau gagal terbentuknya pengetahuan/pembelajaran baru bahwa di masa pandemi ini sistem pembelajaran jarak jauh punya struktur yang kurang jelas dibandingkan di kelas formal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tidak semua keluarga punya area belajar khusus, sehingga anak bisa belajar di mana saja dan sulit menghindari distraksi dari lingkungan sekitar. Hal ini akan mempengaruhi fokus dan konsentrasi serta performa belajar anak”, kata Katarina.

Absennya elemen sosial membuat proses belajar menjadi kurang menyenangkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut