Program Profesor Kelas Dunia untuk Perkuat Kualitas Kampus Indonesia

Nadiem Makarim (Instagram/nadiemmakarim)
Sumber :

"Untuk itu, besar sekali harapan saya bagi semua yang terlibat dari kegiatan ini akan menjadi agen perubahan yang mendukung akselerasi peningkatan mutu SDM kita. Marilah kita terus bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka,” kata dia.

img_title Syahganda: Prabowo Ingin Pertumbuhan Ekonomi Dirasakan Seluruh Rakyat

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam, menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sangat membutuhkan inovasi-inovasi yang relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mendorong kemajuan di segala sektor yang menunjang kehidupan bangsa Indonesia di tengah pandemi. Untuk itu, melalui semangat Kampus Merdeka, Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek mendorong perguruan tinggi untuk bisa menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan di masyarakat, industri, dan berbagai sektor lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nizam juga memaparkan bahwa saat ini terdapat banyak sekali sumber kekuatan yang dapat menjadikan bangsa Indonesia terus bergerak membangun bangsa. Indonesia memiliki lebih dari 4.500 perguruan tinggi, lebih dari 300 ribu dosen dari mulai asisten hingga guru besar, serta 8,7 juta mahasiswa.

img_title 10 Shader Minecraft Bedrock yang Bikin Dunia Terlihat Makin Hidup, Gamer Indonesia Wajib Coba!

"Satu kekuatan yang maha dahsyat kalau itu kita gerakkan untuk membangun bangsa, membangun negara," katanya.

Saat ini ekonomi Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan pada sumber daya alam dan sumber daya manusia, melainkan harus bergerak pada ekonomi yang berbasiskan pada inovasi. Selanjutnya menurut Nizam, untuk membangun inovasi dibutuhkan kerja keras, kreativitas, dan pendanaan yang tidak sedikit. Meski diakui pendanaan riset di Indonesia masih sangat rendah, namun Nizam berharap produktivitas riset tak lantas ikut rendah.

img_title Bertemu Prabowo, Syahganda Diingatkan soal Komunikasi Sederhana hingga Terima Kritikan Masyarakat


Nizam pun mengapresiasi pencapaian yang signifikan dalam publikasi internasional yang dilakukan oleh pendidikan tinggi di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut tidak akan terjadi tanpa kerja keras dan kesungguhan dari para dosen di perguruan tinggi. Ia menyebut selama 5-6 tahun terakhir, produktivitas publikasi internasional Indonesia meningkat lebih dari 6 kali lipat. Dari yang tadinya sekitar 8.000 publikasi internasional per tahun, tahun ini sudah di atas 50 ribu.

"Dalam waktu 5 tahun peringkat Indonesia dalam publikasi, dari peringkat 54 dunia menjadi 21 dunia. Lompatan yang luar biasa sekali. Melompat dari 54 ke 21 itu tidak mungkin terjadi tanpa kerja keras, tanpa kesungguhan kita semua,” kata Nizam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut