Disdikbud Kubu Raya Mantapkan Konsep Merdeka Belajar

Ilustrasi belajar online.
Ilustrasi belajar online.
Sumber :
  • Dok. Istimewa

VIVA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat melakukan persiapan penerapan kurikulum baru dan memantapkan konsep Merdeka Belajar bagi siswa pada Tahun Ajaran 2022.

"Saat ini kebijakan penerapan kurikulum dari pemerintah pusat tidak lagi mengedepankan evaluasi secara akademis, seperti dalam bentuk ujian nasional. Namun, sudah bergeser pada asesmen nasional berbasis komputer (ANBK)," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya M. Ayub di Sungai Raya, Selasa.

Terkait dengan hal tersebut, pihaknya terus memantapkan persiapan untuk menghadapi siklus perubahan arus pada kurikulum dari pusat yang mengarah pada Merdeka Belajar dan menyasar ke kabupaten hingga sekolah dengan merapatkan barisan seluruh elemen sumber daya yang ada.

"Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen bergerak ke arah yang sama sebab, kebijakan kurikulum yang akan diterapkan di sekolah ke depan sudah mengarah pada Merdeka Belajar, sehingga sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara menyeluruh, kita menginginkan seluruh unsur pimpinan di Dikbud Kubu Raya setidaknya sudah kenal dan akrab dengan kebijakan tersebut," katanya.

ANBK menurut penilaian Ayub sudah tak lagi mengedepankan penilaian secara akademik, namun lebih kompleks dengan memasukkan unsur karakter hingga lingkungan satuan pendidikan.

"Tentu kita harus mempersiapkan diri. Meski demikian, beberapa waktu lalu kita juga menjadi bagian dari pelaksanaan ANBK sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat," katanya.Menurutnya, ada dinamika terjadi di lapangan, namun secara umum hal itu bisa dilaksanakan secara serempak.

Ayub menilai, negeri ini terus mengalami perubahan struktur kurikulum, namun yang terakhir pada penerapan K13, elemen pendidikan di Kubu Raya mengalami sedikit keterlambatan dalam penerapannya.

"Ada ketertinggalan dalam penerapannya. Untuk itu, pada kebijakan baru ini kita tidak ingin mengalami hal serupa. Jangan tertinggal untuk kedua kalinya," katanya. Ia menginginkan pada 2022 seluruh elemen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya bergerak bersama untuk melakukan penajaman Merdeka Belajar.

"Saat ini kita memiliki SDM unggul mulai dari 35 orang guru inti dan 43 orang guru penggerak. Merekalah yang menjadi agen perubahan dalam penyebaran ilmu dan pengalaman untuk menghadapi Merdeka Belajar," tuturnya.

Ia berharap, dengan adanya gerakan bersama tentu apa yang diupayakan bisa berjalan dengan rencana. (ant)