ITI: Program Magang Bermanfaat untuk Mahasiswa dan Dunia Industri
- Asdafnews
Asep Firmansyah berhasil menurunkan "defect" pada proses "painting" dan "welding" hingga level 0 di PT Japra Mandiri, Reza Nurrohman berhasil mengidentifikasi alat bantu untuk proses manufaktur di PT Milako Teknik Mandiri, Indra Wira Widyadhana berhasil membuat alat bantu (jig) untuk menggaransi dimensi produk sesuai standar di PT Intan Pratama Jaya, dan Ismail Nur Fahmi berhasil memperbaiki tata kelola manajemen "drawing", "control board" dan "mal copy cutting" di PT Prima Karya.
Rektor ITI Marzan Aziz Iskandar menyampaikan dengan keberhasilan para peserta magang melakukan "improvement", terbukti bahwa program MBKM khususnya kerja magang, sukses menjadi program "link and match" antara perguruan tinggi dan industri.
"Dengan terealisasinya 'link and match' ini, para lulusan perguruan tinggi siap beradaptasi dengan dunia kerja, juga terjadi peningkatan kompetensi dan siap melahirkan pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian," katanya.
Ia menambahkan penilaian program magang dapat dikonversikan ke 20 SKS mata kuliah sehingga program magang tidak akan memperpanjang masa studi mahasiswa.
"Indikator keberhasilan lainnya adalah salah satu peserta magang, Asep Firmansyah sejak November 2021 berhasil direkrut menjadi karyawan Asia Development Center di PT Komatsu Indonesia. Asep direkrut setelah melewati beberapa proses rekrutmen dan penilaian kinerja yang baik selama magang," ujarnya.
Ia mengatakan tentang harapan pihak pemasok tentang keberlanjutan  program itu.
"Harapan dari para pemasok adalah agar program ini dapat menjadi program yang berkelanjutan agar secara terus menerus terjadi 'improvement' di bidang SLQDC," katanya.
Direktur PT Japra Mandiri (salah satu pemasok PT Komatsu Indonesia) Aris Munandar mengatakan program tersebut membawa manfaat untuk mitra karena ditemukan solusi pemecahan masalah proses manufaktur oleh peserta magang. (antara)