UI Bantu Dorong Optimalkan UKM Sawit

Hasil panen petani sawit (Foto/DPP APKASINDO)
Sumber :
  • vstory

VIVA – Universitas Indonesia (UI) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) mendorong untuk mengoptimalkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta koperasi berbasis kelapa sawit agar semakin berkembang.

img_title Bertemu Putin di KTT BRICS, Anwar Ibrahim Bahas Sawit hingga Penerbangan

"Saya mengapresiasi langkah UI untuk membantu mendorong pertumbuhan dan perkembangan kelapa sawit di Indonesia, berkolaborasi dengan BPDP-KS sebagai upaya mewujudkan usaha sawit yang lestari, bernilai tambah, dan mensejahterakan," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dalam keterangan tertulis siaran pers yang dikeluarkan UI, Sabtu (25/12).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teten mengatakan Indonesia memiliki luas area perkebunan sawit terbesar di dunia dengan lahan 16,38 juta hektare, sehingga kontribusi industri kelapa sawit itu tidak bisa diremehkan. 

img_title Raja Juli Segel Lahan yang Ditanami Sawit Usai Dilanda Karhutla

Pada 2021, lanjut dia, total produksi kelapa sawit mencapai 49,7 juta ton dengan terserap tenaga kerja mencapai 16,2 juta orang terdiri dari 4,42 pekerja langsung dan 12 juta pekerja tidak langsung.

Untuk itu pada temu wicara "“Peta Jalan Pengembangan dan Pembinaan UKM Sawit di Indonesia”  Teten berharap semua stakeholder di Indonesia dapat bekerja sama mengoptimalkan pemberdayaan UKM dan koperasi berbasis sawit.

img_title Bukan Mobil, Truk Listrik Kini Dibidik untuk Angkut Sawit

Pada kesempatan itu Kepala UKM Center FEB UI TM Zakir Sjakur Machmud memperkenalkan buku “Kilas Balik Program Pemberdayaan UKM Sawit Proses Mendorong UKM Sawit agar Naik Kelas”.

"Buku ini merupakan bentuk dokumentasi dari kegiatan pelatihan dan pendampingan UKM Sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah pada tahun 2021," ujar Zakir.

Di dalamnya memuat pengalaman dan kisah dari para relawan dan pelaku UKM Sawit yang dapat menjadi pembelajaran dan acuan bagi para pihak terkait untuk merumuskan model pendampingan yang sesuai bagi UKM-UKM Sawit di daerah masing-masing.

Ia menjelaskan usaha pendampingan dapat dilakukan dengan dua skema yaitu coaching dan mentoring. Coaching dianggap sebagai proses pelatihan dan pengawasan seseorang untuk meningkatkan kinerja usaha mereka, sedangkan mentoring merupakan proses konseling yang dilakukan untuk membimbing dan mendukung pengusaha dalam pengembangan uaha.

Hasil nyata dari kegiatan pendampingan ini adalah adanya peningkatan penjualan sebesar 36,8 persen, peningkatan rata-rata keuntungan usaha per bulan sebesar 29 persen, serta sebanyak 90 persen UKM di Kotawaringin kini sudah memiliki perizinan, dan seluruh UKM peserta kini sudah memiliki laporan pembukuan keuangan manual.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, 30 persen di antaranya sudah mengadopsi aplikasi keuangan SI APIK (sistem laporan keuangan dari Bank Indonesia).

Untuk kegiatan pemasaran, kini 85 persen UKM sudah memiliki akun sosial media untuk bisnis, dan 70 persen di antaranya telah aktif memasarkan produknya secara daring. Fakta-fakta keberhasilan ini menjadi sebuah bukti bahwa kelapa sawit dan produk turunannya memiliki kontribusi positif terhadap pengembangan ekonomi rakyat. (antara)

Eks Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah

Bantah Sebagai Pemilik 74 Kg Emas, Febrie Adriansyah: Saya Tak Punya IUP Tambang dan Konsesi Sawit

Febrie Adriansyah membantah kepemilikan 74 kg emas yang disita sebagai barang bukti dalam perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjeratnya sebagai tersangka.

img_title
VIVA.co.id
18 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut