Dosen Riau Raih Doktor di Malaysia
- antara
Dedi mengatakan selama kuliah di Malaysia dirinya merasakan atmosfir internasional karena bertemu mahasiswa berbagai bangsa mulai dari Arab, Afrika, India, Pakistan, Eropa dan berbagai negara lain sehingga bisa membuka wawasan dan memperlancar Bahasa Inggris.
Selain itu kewajiban menulis disertasi dalam Bahasa Inggris telah menjadi tantangan karena selama di tanah air sangat jarang menulis dalam Bahasa Inggris sedangkan saat ini disertasinya memiliki 325 halaman.
"Ada untung rugi kuliah di luar negeri walaupun negara tetangga, tetapi Malaysia mempunyai sistem dan standar yang berbeda sehingga kita harus bisa menyesuaikan diri,” katanya.
Di antara yang berbeda dengan di tanah air, ujar dia, pada pasca sarjana di Malaysia baik master atau doktor yang mengambil perkuliahan dengan riset, mahasiswa dituntut untuk mandiri dalam melakukan penelitian sedangkan peran pembimbing tidak begitu diutamakan. (antara)