Pendekatan Saintifik Lengkap Beserta Tujuan dan Langkah-langkah

Pendekatan saintifik
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Pendekatan saintifik merupakan sebuah model pembelajaran yang dimana dalam pembelajarannya menggunakan metode ilmiah. Pada model pembelajaran ini peserta didik bebas bereksplorasi dengan melakukan kegiatan mengamati, mengumpulkan data, menanya, mengolah dan mengomunikasikan. 

img_title 3 Aplikasi AI yang Memudahkan untuk Pelajaran Sekolah 2026: Solusi Cerdas Mengatur Jadwal, Tugas, dan Catatan

Seperti apa sih proses pendekatan saintifik? Berikut ini akan dijelaskan secara lengkap tentang pendekatan saintifik mulai dari pengertian, tujuan dan langkah-langkahnya. Simak penjelasan berikut jika kamu ingin mengetahui lebih dalam tentang pendekatan ini dalam proses belajar mengajar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengertian Pendekatan Saintifik

img_title Prabowo: Kita Alami Penjajahan Lama, tapi Kita Manfaatkan Masa Itu untuk Belajar

Ilustrasi orangtua mengajari anak belajar.

Photo :
  • U-Report

Mengutip dari laman Kemdikbud, pendekatan saintifik dipercaya sebagai wadah perkembangan dan pengembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan dari peserta didik. Dengan pendekatan ini maka peserta didik akan lebih mengedepankan penalaran induktif, memandang fenomena atau situasi spesifik yang kemudian akan menghasilkan kesimpulan secara menyeluruh. 

img_title MAN 3 Padang Kembali Dibuka Usai Ledakan Bom Rakitan Pelajar, Polisi Lakukan Trauma Healing

Metode pencariannya (method of inquiry) harus menggunakan bukti-bukti atau fakta-fakta dari objek yang diobservasi, terukur dan terukur dengan menggunakan prinsip penalaran yang spesifik agar dapat disebut sebagai sebuah karya ilmiah. Pada umumnya metode ilmiah memuat aktivitas data yang dikumpulkan mulai dari observasi, eksperimen, mengolah informasi atau data, menganalisis dan memformulasikannya serta menguji hipotesis tersebut.

Pendekatan saintifik merupakan kegiatan belajar mengajar yang yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif dapat membangun konsep, prinsip dan hukum dengan melalui langkah-langkah yakni seperti mengamati, memformulasikan masalah atau menanya, mengajukan atau hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis, menyimpulkan dan mengomunikasikan hasilnya yang telah ditemukan sebagai konsep atau prinsip tersebut. 

Tujuan Pendekatan Saintifik

Ilustrasi belajar menyenangkan.

Photo :
  • U-Report

Pendekatan saintifik menjadi model pembelajaran dengan memiliki beberapa tujuan seperti berikut ini:

1. Meningkatkan Keterampilan dalam Berpikir 

Salah satu tujuan dari pendekatan ini adalah agar peserta didik dapat meningkatkan dan mengembangkan keterampilan berpikir mereka dalam tingkat tinggi. Sehingga peserta didik dapat berpikir kritis, analitis, sintesis dan juga mampu menuangkan ide-ide orisinil dalam pembelajaran sesuai dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari.

2. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Kondusif

Pendekatan yang diterapkan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar. Lingkungan yang kondusif untuk belajar tersebut dilalui dengan rangkaian aktivitas yang sudah di sebelumnya sudah dirancang dengan sistematis. Selain itu. Diharapkan juga agar anak-anak dapat memahami keadaan dan menciptakan lingkungan belajar yang dimana tetap aktif dan produktif.

3. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Sistematis

Dalam pendekatan ini proses belajar mengajar yang berlangsung secara runtut dan sistematis. Sehingga dapat mendorong dan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berpikir sistematis dan memahami sebuah masalah serta bisa menyelesaikannya.

4. Meningkatkan Pemahaman Konsep

Agar peserta didik dapat mengembangkan konsep pembelajaran mereka secara mandiri, pendekatan ini akan mengarahkannya dalam prakteknya. Sehingga melalui pendekatan saintifik ini pemahaman konsep akan diperoleh oleh para peserta didik. Selain dalam bentuk hafalan, pemahaman konsep secara mendalam juga akan mereka dapatkan.

5. Meningkatkan Motivasi Belajar

Dengan adanya pembelajaran menggunakan pendekatan ini ini makan peserta didik diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar mereka. Peserta didik diminta untuk lebih aktif dan inovatif dalam rangkaian pembelajaran ini untuk menciptakan yang tidak monoton saat belajar dan membosankan. 

6. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi

Peserta didik juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi mereka dengan pendekatan ini agar banyak ide-ide yang dapat disampaikan dalam berkomunikasi. Selain ide juga diharapkan dapat menghadirkan diskusi pemecahan masalah, diskusi pengolahan data hingga hasil pembelajaran baik secara lisan maupun tulisan dapat dikomunikasikan dengan baik.

Langkah-Langkah Pendekatan Saintifik

Ilustrasi belajar di kelas.

Photo :
  • U-Report

1. Mengamati (Observing)

Mengamati atau observasi menjadi langkah pertama dalam pendekatan ini. Dengan adanya pengamatan fakta penghubung antara objek pengamatan dengan materi belajar akan ditemukan oleh peserta didik.

Dalam melakukan kegiatan pengamatan ini dapat dibantu menggunakan alat bantu atau bisa juga tidak menggunakan alat bantu. Jika memang perlu dibantu dengan alat maka alat-alat praktek seperti mikroskop dan lain sebagainya bisa digunakan dalam pengamatan ini.

Jika memang tidak memerlukan bantuan alat maka observasi bisa dilakukan secara langsung seperti menjelaskan guru saat sedang mengajar, mencari informasi melalui video atau foto dengan pembahasan yang terkait atau bisa juga dengan mendengarkan radio untuk mendapatkan informasi dan berbagai sumber lainnya.

2. Menanya (Questioning)

Dalam pendekatan ini peserta didik juga dapat melakukan kegiatan menanya dengan mengajukan pertanyaan yang bersangkutan dengan apa yangs edang dipelajari. 

Peserta didik memiliki kesempatan untuk mendiskusikan informasi yang masih belum bisa dipahami, ingin mendapatkan informasi tambahan dan mengetahui klarifikasi dari informasi yang masih belum jelas saat diterangkan. 

Agar peserta didik dapat tertarik dan terstimulasi dalam kegiatan ini dengan baik maka kesiapan yang dimiliki harus matang untuk menentukan cara dan pemilihan media yang sesuai serta berkaitan dengan materi pembelajaran. Sehingga banyak pertanyaan yang akan muncul dari peserta didik. 

3. Mengumpulkan Informasi atau Mencoba (Experimenting)

Langkah yang satu ini merupakan kegiatan lanjutan dari tahap menanya. Dimana peserta didik dapat menggali dan mengumpulkan informasi yang didapatkan dari berbagai sumber dalam pelaksanaannya. 

Kegiatan ini dapat meliputi:

  • Kegiatan mengeksplorasi
  • Mencoba
  • Berdiskusi
  • Mendemonstrasi
  • Meniru
  • Melakukan eksperimen
  • Membaca sumber selain buku paket
  • Mengumpulkan data melalui angket
  • Wawancara narasumber
  • Dan sebagainya

4. Menalar (Associating)

Dalam tahap menalar ini, peserta didik akan menjalani proses penalaran dengan berpikir secara logis dan sistematis dengan berbagai fakta yang didapatkan saat pengamatan agar dapat menyimpulkannya ke dalam bentuk pengetahuan.

Kegiatan yang dapat dilakukan di antaranya adalah:

  • Mengolah informasi yang telah terkumpul.
  • Menganalisis data dengan membuat kategorisasi atau pengelompokan.
  • Menghubungkan fenomena atau informasi ke dalam suatu pola, dan
  • Membuat kesimpulan.

Guru dapat mengarahkan peserta didik dalam melakukan diskusi terkait topik yang dibahas. Pada tahap ini guru juga dapat menilai peserta didik yang berupa bagaimana siswa dapat mengembangkan interpretasi, argumentasi serta membuat kesimpulan dari fakta atau konsep yang telah didapatkan sebagai informasi. 

5. Mengomunikasikan (Communicating)

Tahap terakhir adalah peserta didik mengomunikasikan hasil belajar mereka dari proses belajar mengajar yang telah dilakukan dengan pendekatan ini. Pada tahap ini kesempatan untuk mengomunikasikan tersebut akan diberikan oleh guru.

Ada dua cara untuk peserta didik dapat mengomunikasikan hasil belajar mereka yakni dalam bentuk laporan atau dalam bentuk makalah yang dimana berisi bagan, diagram atau grafik dari hasil terkait materi pembelajaran.

Hasil pembelajaran juga dapat disusun oleh peserta didik pada tahap lebih lanjut dalam bentuk laporan tertulis dan disajikan secara sistematis mulai dari proses, hasil hingga kesimpulan yang dikomunikasikan secara lisan melalui presentasi di depan kelas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Itulah penjelasan lengkap mengenai pendekatan saintifik yang dapat kamu pahami dan pelajari. Peserta didik diharapkan dapat terbiasa dengan kaidah-kaidah ilmiah saat menerapkan pendekatan saintifik ini dan dapat menyelesaikan sebuah permasalahan yang ada di lingkungan mereka. Semoga tulisan ini dapat membantu bagi pembacanya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lalu Hadrian Irfani

Waka Komisi X DPR Usul Pembangunan Sekolah Darurat di NTT: Agar Proses Belajar Tetap Berjalan

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta agar pemerintah membuatkan sekolah darurat bagi siswa terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

img_title
VIVA.co.id
19 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut