4 Tips Optimalkan Startup Generasi Digital
- ist
Ibarat sebuah koki di restoran menyajikan makanan ke customer gak mentah saja paling ga setengah matang masih enak atau bahkan uda perfect cook.
Jadi you have to do your own research untuk belajar dan mengasah pengetahuan, baru kemudian datang dan berdiskusi ke potential mentor atau potential investor.Â
3. Love The Problem, Not Your Solution
Menurut Pathya Madhyastha Budhiputra, Senior Innovator Telkom & Corporate Innovation Enthusiast memaparkan pentingnya Hackathon dalam pengembangan sebuah startup.
Di tahapan ini, akan masuk ke tahapan simulasi bagaimana sebuah startup melakukan validasi. Bagi customer validation maupun product validation. Ketika kita sudah punya ide, ada bias yang terjadi.
Kebanyakan inovator merasa idenya keren, tapi lupa bahwa yang dibutuhkan bukan hanya solusi. Hidup terlalu singkat untuk menyelesaikan masalah yang tidak dirasakan oleh orang lain.
Jadi saat customer validation sedikit lupakan idenya, tapi ingat masalah apa yang ingin dipecahkan, fokus pada permasalahan.
Luruskan niat saat melakukan customer validation jangan memaksakan sebuah permasalahan untuk menghadirkan solusi.
Pada vase customer validation, IDT akan menggunakan Problem Interview Approach untuk bisa menghadirkan temuan terhadap problem statement, melalui proses wawancara terhadap sampling.
Pastikan apakah permasalahannya betul-betul ada dan apakah teman-teman mengenal problemnya dengan maksimal.
Seringkali ketika founder meyakinkan investor, Ia belum yakin problem itu ada. Ketika sudah ada purpose yang clear, orang lain akan love the problem.
4. Selalu Berinovasi Mengikuti Kebutuhan Terkini
Founder Narasi dan Head Mentor Narasi, Najwa Shihab menyatakan bahwa melalui Hackathon, para peserta IDT akan diajak berpikir dan bertanya, apa yang membuat beberapa produk digital berhasil sementara yang lain tidak.
Para peserta harus mengamati kebutuhan orang dengan tepat. Karenanya riset customer menjadi sangat penting.
Seperti tiap Child Brand dan program di Narasi hadir berdasarkan analisis kebutuhan yang belum terisi.
Sekali lagi kuncinya adalah menyadari kebutuhan baru akan membuat kita tidak pernah lelah berinovasi.
IDT merupakan inisiatif dari Kementerian BUMN melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI), Telkom Indonesia, Bank Mandiri, bersama Kemendikbud Ristek, IDTRI dan Narasi.