Jumlah Ayat Alquran dalam 7 Mazhab yang Berbeda

Jumlah Ayat Alquran
Sumber :
  • Facebook/Turquoise Mountain

VIVA – Jumlah ayat Alquran dihitung oleh beberapa ulama dengan perbedaan cara. Ada 7 mazhab yang diikuti untuk menghitung jumlah ayat kitab suci Alquran yang dipakai umat Islam. Bilangan ayat Alquran disepakati lebih dari 6.200 ayat, namun untuk berapa lebihnya para ulama memiliki pendapat yang berbeda. Mengutip dari laman Kemenag, berikut ini ketujuh mazhab yang diikuti untuk menghitung jumlah ayat Alquran tersebut. 

img_title Hina Alquran saat Naik Taksi Online: Aparat Keamanan Dipenjara 14 Hari, Denda Rp30,6 Juta

Mazhab perhitungan ayat Alquran

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi membaca Alquran.

Photo :
  • U-Report

img_title Polisi Tangkap 2 Orang di Balik Challenge Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras di The Sounds Project

1. Al-Madani Al-Awwal. Ayat Alquran berjumlah 6.217 atau 6.214. Dalam beberapa versi cetak, jumlah yang banyak diikuti adalah 6.214 ayat.

2. Al-Madani al-Akhir. Ayat Alquran berjumlah 6.214. Meski terdapat kesamaan hitungan jumlah ayat Alquran dengan pendapat kedua Al-Madani al-Awwal, namun tetap terdapat perbedaan antara keduanya dalam perincian penentuan ayat.

img_title Viral Detik-detik Rumah MC Challenge Hafalan Alquran di Konser The Sounds Project Digeruduk Massa

3. Al-Makki. Ayat Alquran berjumlah 6.220.

4. Asy-Syami. Ayat Alquran berjumlah 6.226.

5. Al-Kufi. Ayat Alquran berjumlah 6.236. Hitungan ini menjadi yang diikuti oleh cetakan Alquran di Indonesia dan seluruh cetakan Alquran yang ada di dunia yang menggunakan riwayat Hafs dari Imam ‘Asim.

6. Al-Basri. Ayat Alquran berjumlah 6.205. 

7. Al-Himsi. Ayat Alquran berjumlah 6.232.

Dari ketujuh mahzab di atas, dalam Alquran yang dicetak di seluruh dunia saat ini, penggunaan hitungan ayat yang digunakan masih menurut lima mazhab yakni Al-Madani Al-Awwal, Al-Madani Al-Akhir, Al-Makki, Asy-Syami dan Al-Kufi. Sementara belum banyak ditemukan untuk mazhab al-Basri dan Al-Himsi.

Hitungan jumlah ayat yang berbeda

Ilustrasi penghafal Alquran.

Photo :
  • U-Report

Lantas, mengapa dalam menghitung ayat Alquran terjadi perbedaan? Perbedaan yang terjadi tersebut bukan berarti bahwa ayat yang lebih banyak telah ditambahkan atau sebaliknya yang lebih sedikit berarti telah dikurangi. Terjadinya perbedaan menghitung ayat tersebut karena masing-masing mazhab memiliki cara perhitungan yang berbeda. 

Bacaan Rasulullah SAW yang didengar oleh para Sahabat Nabi lah yang mendasari perhitungan dari ayat Alquran. Secara estafet atau berkesinambungan, kemudian bacaan tersebut diajarkan kepada generasi berikutnya oleh para Sahabat Nabi tersebut. 

Perbedaan pemahaman tersebut muncul di antara mereka yang mendengarkan bacaan ketika pada beberapa kata tertentu Nabi berhenti. Berhenti tersebut antara Nabi sekadar waqaf (berhenti sejenak) saja atau bisa juga karena ayat telah berakhir. Di situlah letak perbedaannya mengapa perhitungan ayat Alquran bisa berbeda. 

Misalnya sebagai contoh saat Rasulullah membaca, “alif lam mim, zalikal kitabu la raiba fih, hudal lilmuttaqin; apakah ketika berhenti pada alif lam mim itu, Nabi hanya sekadar berhenti (waqaf sejenak) atau karena ayat telah berakhir. Dari situlah perbedaan pendapat antara ulama. 

Hal tersebut ditanggapi oleh Al-Kufi sebagai ayat tersendiri. Sementara yang lainnya menganggap bahwa itu adalah waqaf atau berhenti sejenak. Maka dari itu Al-Kufi menghitung ayat 1 adalah “alif lam mim” ayat dan ayat 2 “zalikal kitabu la raiba fih, hudal lilmuttaqin”. Sedangkan ulama yang lain, menghitung “alif lam mim, zalikal kitabu la raiba fih, hudal lilmuttaqin” menjadi ayat 1.

Selain itu, perbedaan perhitungan ayat juga terjadi pada Surat Al Fatihah. Surat Al Fatihah ini sudah disepakati ulama bahwa terdiri dari 7 ayat. Akan tetapi dalam menentukan ayat-ayatnya mereka memiliki pendapat yang berbeda. 

Di mana letak perbedaan pendapatnya? Perbedaan tersebut terletak pada bacaan basmalah yang masuk bagian dari Surat Al fatihah atau tidak. Karena terkadang ada imam shalat yang memulai membaca Al-Fatihah dengan basmalah dan ada juga yang memulainya dengan langsung membaca hamdalah. 

Basmalah disebutkan sebagai bagian dari Surah Al-Fatihah oleh Al-Kufi. Ayat pertama dari Surah Al-Fatihah adalah bacaan basmalah dan ayat terakhir atau ketujuh adalah "siratal lazina an’amta ‘alaihim gairil magdubi ‘alaihim walad dallin".

Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa basmalah tidak termasuk dalam Surah Al-Fatihah. Basmalah masuk hanya masuk dalam ayat Alquran pada QS. An-Naml [27] ayat ke 30. Jadi, ayat pertama dari Surah Al-Fatihah yakni adalah hamdalah (al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin). Sementara ayat keenamnya adalah “siratal lazina an’amta ‘alaihim” dan ayat ketujuh, “gairil magdubi ‘alaihim walad dallin”. 

Apabila mengikuti Ilmu Waqaf dan Ibtida’, bagi yang mengikuti pendapat dari Al-Kufi, maka Surat Al-Fatihah berhenti pada “siratal lazina an’amta ‘alaihim” termasuk dalam waqaf yang tidak sempurna. Hal itu dikarenakan kalimat berikutnya merupakan penjelasan (na'at) dari allazina an’amta ‘alaihim. Sehingga dalam Mushaf Al-Quran Indonesia, pada lafaz ‘alaihim di ayat ketujuh, diberikan tanda “lam alif” kecil pada akhir penggalan ayat di atas huruf terakhir. Tanda tersebut berfungsi untuk mengisyaratkan bahwa tidak boleh waqaf. Ditambahkan juga tanda bulat seperti huruf hijaiyah “ha” sebagai penanda bahwa terdapat penghitungan ayat berbeda pada lafaz ‘alaihim. 

Adapun yang ikut pendapat siratal lazina an’amta ‘alaihim sebagai ayat tersendiri (ayat ke-6), maka pada ‘alaihim berhenti dan termasuk waqaf hasan. Hal itu karena pada akhir ayat berhenti, walau masih terkait dengan ayat yang berikutnya. 

Tak hanya pada Surat Al-Fatihah, contoh lainnya juga terdapat pada Ayat Kursi yang dimana Al-Kufi menghitungnya pada Surah Al-Baqarah ayat 255. Sementara dalam hitungan al-Madani al-Awwal, Ayat Kursi adalah ayat 253 pada Surah Al-Baqarah. Sedangkan Ayat Kursi terdapat pada ayat 253 dan 254 (menjadi dua ayat) pada Surah Al-Baqarah dalam hitungan Al-Madani Al-Akhir. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Itulah penjelasan tentang jumlah ayat Alquran yang bisa diketahui dan menjadi sebuah informasi baru bagi kamu yang mungkin belum mengetahuinya atau sedang mempelajarinya. Seperti yang telah dijelaskan bahwa perhitungan jumlah ayat Alquran memiliki perbedaan dari berbagai ulama dan terbagi menjadi 7 mazhab. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kamu yang membaca artikel ini. 

Ilustrasi LGBT

Mengapa Hubungan Sesama Jenis Diharamkan dalam Islam? Ini 6 Ayat Alquran dan Tafsirnya

Pembahasan mengenai hukum hubungan sesama jenis dalam Islam tidak terlepas dari sejumlah ayat Alquran yang mengisahkan dakwah Nabi Luth alaihissalam (AS) kepada kaumnya.

img_title
VIVA.co.id
17 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut