Simak, Rukun Sholat yang Wajib Dilakukan agar Sah Diterima

ilustrasi sholat
Sumber :
  • pixabay.com

3. Bilamana yang ditinggalkan adalah takbiratul ihram, shalatnya harus diulangi dari awal karena ia tak mengikuti shalat secara benar.

img_title Ousmane Dembele Jadi Pemain Muslim Pertama yang Cetak Hattrick di Piala Dunia


Rukun Sholat

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain rukun Islam, rukun sholat juga harus didirikan dan jangan sampai dilewatkan begitu saja. Adapun berikut ini 13 rukun sholat,melansir dari Gramedia.com.

img_title 4 Pemain yang Selebrasi Gol dengan Sujud Syukur di Piala Dunia 2026

1) Berdiri bagi yang mampu 
2) Niat yang dibarengi dengan Takbiratul Ihram. 
3) Takbiratul Ihram (ucapan ‘Allahu Akbar’ di awal shalat).
4) Membaca Surah Al-Fatihah di setiap Raka’at Shalat. Rukuk dan Thuma’ninah. 
5) Rukuk dan Thuma’ninah. 
6) I’tidal setelah Rukuk dan Thuma’ninah. 
7) Sujud Dua Kali dalam Satu Rakaat dan Thuma’ninah.
 8) Duduk di antara Dua Sujud disertai Thuma’ninah.
 9) Tasyahud Akhir dan Duduk Tasyahud. 
10) Membaca Tasyahud Akhir. 
11) Bershalawat kepada Nabi setelah Mengucapkan Tasyahud Akhir. 
12) Salam. 
13) Berurutan dalam Rukun-Rukun yang Ada (Tertib)

1. Berdiri bagi yang Mampu

img_title Pemuda Muslim Enam Negara Serukan Solidaritas Global untuk Palestina

Rukun sholat yang pertama yaitu berdiri bagi yang mampu dan sebaliknya.  Berdiri bagi yang mamp tiba-tiba. Berdiri bagi yang mampu (untuk shalat wajib), sedangkan shalat sunnah boleh dilakukan dalam keadaan duduk, meskipun mampu.

Hakikatnya, shalat sunnah disunnahkan untuk berdiri, tidak wajib. Akan tetapi, alangkah lebih utamanya dilakukan dalam keadaan berdiri daripada duduk saat itu. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya:

“Siapa yang mengerjakan shalat sambil berdiri, itu lebih afdhol. Siapa yang mengerjakan shalat sambil duduk akan mendapatkan pahala separuh dari shalat yang berdiri. Siapa yang shalat sambil berbaring, akan mendapatkan pahala separuh dari shalat sambil duduk.” [HR. Bukhari no. 1065]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, HR. Bukhari no. 1117, dari ‘Imron bin Hushain

“Shalatlah dalam keadaan berdiri. Jika tidak mampu, kerjakan dalam keadaan duduk. Jika tidak mampu lagi, kerjakanlah dengan tidur menyamping.” [HR. Bukhari no. 1117, dari ‘Imron bin Hushain]

2. Niat yang Dibarengi Takbiratul Ihram

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Niat diucapkan dalam hati, tidak disyariatkan niat tersebut untuk dilafadzkan. Hal itu karena Nabi Muhammad Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya segala amalan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya balasan untuk masing-masing orang tergantung dari apa yang ia niatkan.” [HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907, dari ‘Umar bin al Khattab]

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut