7 Hadist Jangan Marah dan Cara Mengendalikannya Menurut Rasulullah
- U-Report
“Ya Rasulullah, berikan aku pesan!” Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kamu marah!” orang itu mengulang pertanyaannya, namun Rasulullah tetap saja berpesan, “Janganlah kamu marah!” (HR Bukhari)
4. Hadist jangan marah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah
"Dari Abu Hurairah RA bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW, "Berilah wasiat kepadaku." Sabda Nabi SAW: "Janganlah engkau mudah marah." Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau, "Janganlah engkau mudah marah." (HR Bukhari).
5. Hadist jangan marah yang diriwayatkan oleh Abu Darda
"Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga." (HR Ath-Thabrani).
6. Hadist jangan marah yang diriwayatkan oleh Thabrani
Rasulullah bersabda, “Janganlah kamu marah,maka bagimu surga” (HR. Thabrani)
7. Hadist jangan marah yang diriwayatkan oleh Abu Daud
“Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula, maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud)
Cara mengendalikan marah yang sesuai dengan petunjuk Rasulullah
Ilustrasi wanita/marah.
- Freepik/benzolx
Sifat marah sejatinya tidak akan pernah lepas dari dalam diri manusia, apalagi dihilangklan. Marah merupakan maluriah yang memang dimiliki oleh manusia. Terdapat dua cara mengendalikan marah menurut pendapat dari Al-Ghazali. Pertama kita tidak boleh menuruti rasa marah, kecuali hanya pada persoalan yang tidak dilarang dalam Islam dan tidak bertentangan dengan akal sehat. Cara pertama tersebut bisa dilakukan dengan latihan memaksa diri sendiri secara terus menerus hingga seseorang itu mengampuni dirinya sendiri. Dengan begitu potensi marah akan lebih lemah dan bisa dilakukan secara tidak berlebihan meskipun marah itu muncul.
Kedua adalah latihan merenung bahwa sejatinya pada akhirnya nanti manusia semua akan berakhir di dalam kubur. Dengan begitu kita akan menjadi lebih zuhud di dunia. Selain itu, sebaiknya kita juga menyibukkan diri dengan pikiran dan hati dengan hal-hal yang positif. Sehingga tidak akan ada tempat lagi di hati kita untuk marah.
Seperti yang dijelaskan di dalam Al-Quran bahwa menahan marah lebih baik dibandingkan membalasnya. Hal tersebut ada di dalam Surat An-nahl ayat 126-127 yang berbunyi: