3 Hal yang Terjadi Jika Indonesia Tak Pernah Dijajah
- historiaid
Andi Menambahkan. “Mereka (Surabaya) sudah memiliki sistem sosial yang kompleks, sebanding dengan Eropa pada abad ke 17”. Sejak jalur perdagangan utama melalui Malaka telah ditaklukan oleh Portugis dan Belanda, menyebabkan para pedagang pribumi tidak bisa lagi melanjutkan perdagangan mereka. Hal ini membuka peluang bagi Belanda untuk dapat memperbesar perdagangan rempah-rempah di Asia Tenggara pada awal abad ke-16, disisi lain, melimpahnya pasokan rempah-rempah di Eropa membuat harganya turun. Hal Itu menyebabkan keuntungan yang besar bagi Belanda, oleh karena itu mereka mendirikan Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah di Asia.
Situasi ini yang menghalangi masyarakat lokal untuk mengembangkan industri modern di Indonesia. “Mereka terpaksa menyerahkan wilayah perdagangan dibawah kendali VOC dan akhirnya mati”. Kata Andi. Ini sangat berbeda bila kita bandingkan dengan koloni Inggris, Kerajaan Inggris bertujuan mengubah koloni mereka menjadi pasar. Dengan misi menciptakan kelas menengah yang dapat mengeluarkan uang, dengan cara meningkatkan akses terhadap sumber daya manusia.
Belanda disisi lain adalah pedagang tanpa industri terkemuka.oleh karena itu kebijakan utama Belanda adalah memonopoli perdagangan di Indonesia Dan menjualnya ke Eropa. Menurut Andi, seandainya Indonesia tidak dijajah, kemungkinan besar orang Indonesia tidak akan merasa rendah diri terhadap orang asing (Bule). Selain itu orang Indonesia cenderung menganggap semua produk dari luar negeri lebih bagus kualitasnya dibandingkan produk lokal.
Dalam kehidupan sosial kita sekarang, warisan sosial Jepang juga terlihat. Sistem sosial kita yang sering disebut “Siskamling” (Sistem Keamanan Lingkungan), “RT/RW” (Rukun Tetangga / Rukun Warga), Militer, upacara bendera dan hormat pada bendera adalah warisan dari Kekaisaran Jepang.
Banyak sejarawan menghubungkan kekuasaan militer yang kuat di rezim 'Orde Baru' Soeharto dengan pelatihan militernya oleh Jepang, bukan Belanda. Terlepas dari spekulasi tersebut, kolonialisme “berkontribusi” pada kebangkitan generasi intelektual yang kemudian melahirkan gerakan kemerdekaan di seluruh nusantara.
Runtuhnya kolonialisme Belanda di Indonesia yang menyebabkan terbentuknya Indonesia modern seperti yang kita kenal sekarang. Pemuda pada waktu itu menggunakan identitas daerahnya bukan atas nama separatism (gerakan memisahkan diri). Melainkan sebagai tanda komitmen daerah mereka untuk menyatukan daerah-daerah penjajahan.